Beranda Politik Viral Kotak Suara dari Kardus, Ini Penjelasan KPU Dompu

Viral Kotak Suara dari Kardus, Ini Penjelasan KPU Dompu

56

DOMPU, intirakyat.com – Beberapa hari terakhir publik dihebohkan dengan viralnya pembahasan mengenai Kotak Suara Pemilu 2019 yang terbuat dari bahan kertas atau Kardus. Tanggapan-tanggapan pun yang mengarah kepada KPU pun dilontarkan baik melalui sosial maupun di dunia nyata khususnya Di Kabupaten Dompu.

Diantaranya banyak yang mempertanyakan kenapa harus memakai kardus untuk kotak suara ? Bagaimana dengan jaminan keamanannya ? Kalau yang diadakan kardus, lalu yang berbahan alumunium dikemanakan ?. Pernyataan Pulbik tersebut dijawab oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu.

Anggota Komisioner KPU Dompu, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Suherman mengatakan, melalui Undang-Undang nomor 7 Tahun 2017 mensyaratkatkan bahwa Kotak Suara Pemilu harus transparan, dengan tujuan agar isi di dalam kotak suara itu dapat terlihat oleh publik secara langsung. Sementara, Kotak Suara yang dimiliki oleh KPU sebelum terbitnya UU nomor 7 itu adalah Kotak Suara berbahan aluminium yang tidak transparan.

“Dengan ketentuan UU tersebut, maka mau tidak mau KPU harus mengadakan Kotak Suara yang baru yang transparan,” jelasnya dalam keterangan yang diterima media ini, Sabtu (15/12/2018).

Baca :   DPRD dan Pemda Dompu Tak Hadiri Dialog Resolusi Banjir

Dijelaskannya, KPU memilih Kotak Suara dan Bilik Suara dari Bahan kardus berdasarkan beberapa pertimbangan seperti Kotak Suara yang berbahan Aluminium yang digunakan pada pemilu sebelumnya dihasilkan dari belanja modal, sehingga menjadi barang asset yang membutuhkan tempat penyimpanan dan pemeliharaan sepanjang tahun.

“Cukup besar biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan (stock opname) tiap tahun, biaya perakitan kembali jika digunakan serta biaya sewa gudang, mengingat tidak semua satker KPU memiliki gudang. Jika KPU mengadakan kotak suara berbahan aluminium lagi, maka diperlukan biaya yang sangat besar lagi untuk pengadaannya, penyimpanannya dan pemeliharaannya. Ini berpotensi pemborosan anggaran, mengingat tidak setiap saat kotak suara itu digunakan,” jelasnya.

Pertimbangan lain kardus dipilih sebagai bahan Kotak Suara dan Bilik Suara karena kardus merupakan barang habis pakai. Sehingga setelah pelaksanaan pemilu selesai kotak suara dan bilik suara bahan kardus ini dapat langsung dihapuskan (dilelang) sehingga tidak lagi membutuhkan biaya pemeliharaan (stock opname), biaya perakitan dan biaya sewa gudang.

Baca :   Setelah Dilapor, Kades Rababaka Kini Dibidik Kejaksaan Dompu

“Tidak perlu diragukan, kotak suara kardus ini telah melewati serangkaian penelitian dan uji coba. Terbukti Kotak Suara tersebut sangat kuat menahan beban ketika diduduki atau dinaiki oleh orang dewasa. KPU sangat optimis mampu menyelenggarakan pemilu 2019 dengan Kotak dan Bilik Suara berbahan KARDUS,” ujarnya.

Terkait status Kotak dan Bilik Suara berbahan Aluminium, ada 2 hal yang ditempuh KPU dalam hal ini, yaitu Kotak dan Bilik Suara Aluminium tersebut akan dihapuskan (dilelang). Sebelum dilelang atau dihapus, KPU memberikan kesempatan kepada Pemda untuk memiliki sebagian Kotak dan Bilik Suara berbahan Aluminium itu dengan mekanisme hibah dari KPU kepada Pemda. Tujuannya adalah Pemda dapat menggunakannya utk kebutuhan Pilkades dan lainnya. (IR7).

BERBAGI