Beranda Peristiwa Tuntut Tutup Lahan Yang Dikuasai Masyarakat Lanci dan Rasanae, FRM Kilo “Tutup...

Tuntut Tutup Lahan Yang Dikuasai Masyarakat Lanci dan Rasanae, FRM Kilo “Tutup Jalan”

161

DOMPU, intirakyat.com – Aksi penutupan jalan sebagai bentuk sikap menyampaikan aspirasi marak terjadi di Kabupaten Dompu. Dan kali aksi itu, kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kilo Dompu, Selasa (12/2/2019).

Puluhan masyarakat Dusun Mpolo, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo yang tergabung dalam Front Rakyat menggugat (FRM) ini, melakukan aksi penutupan jalan raya Lintas Kilo Dusun Mpolo, Desa Mbuju Kecamatan Kilo, Dompu dengan menggunakan Batu, Kayu dan benda lainnya.

Aksi ini dilakukan mereka, sebagai bentuk sikap menutut agar menutup lahan So Kampasi Meci yang terletak di Dusun Taropo seluas kurang lebih 100 hektar yang sebelumnya diduga dibabat dan di kuasai oleh masyarakat Lanci dan Rasa Nae.

Dalam aksi ini pun, FRM tidak hanya melakukan penutupan jalan, tapi juga ber-orasi sambil membawa panflek yang berisi berbagai pesan (tulisan) yang bertuliskan antaralain, Mata air Kampasi meci adalah sumber kehidupan kami. Polisi lindungi hutan kami. Masyarakat Mpolo bersatu untuk mata air kampasi Meci dan Pemerintah jangan jadi diam (jangan jadi pecundang, Red).

Baca :   Pro Kontra Warga Hu'u Soal Dugaan Penyelewengan Anggaran Desa

Koordinator Lapangan (Korlap) perwakilan FRM Dompu, Ridwan S.Pd dan Ardiansyah S.pd, melalui orasinya menyampaikan, pihaknya
selaku masyarakat Desa Mbuju khususnya Dusun Mpolo, meminta kepada Pemda Dompu turun menyaksikan (mendengar) langsung apa yang menjadi tuntutan masyarakat Dusun Mpolo.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta agar menghijaukan kembali gunung dan mata air kampasi yang diduga dibabat secara liar oleh masyarakat Desa Lanci dan Rasa nae.”Kami saat ini mengalami kekurangan air, akibat pembabatan liar yang dilakukan oleh masyarakat di luar Desa Mbuju,” ungkapnya.

Berangkat dari kondisi ini lanjut Ridwan dan Ardiasyah, pihaknya meminta agar menutup kembali lahan-lahan yang sudah dibuka karena sudah menyebabkan dampak buruk bagi Desa setempat.
“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka besok kami akan melanjutkan aksi yg lebih besar,” ancamnya.

Baca :   HMI Mengamuk, Kantor Dewan Diobrak Abrik

Disela waktu, Camat dan Perangkat Desa Mbuju pu akhirnya
menemui massa aksi guna untuk mendengarkan secara langsung ala yang menjadi tuntutan FRM. Dalam momentum ini pun, camat beserta perangkat desa membuat surat pernyataan kesepakatan yang menyatakan pihaknya akan bersedia merealisasikan apa yg menjadi tuntutan warga, yakni menutup kembali lahan yang sudah dibabat di So Kampasi tepatnya di sepanjang mata air Dusun Mpolo.

“Kami berjanji akan merealisaaikan itu dan kami pun akan melakukan reboisasi kembali hutan yang sudah babat,” kata Camat Desa Mbuju dihadapan massa aksi FRM.

Usai mendengar tanggapan Camat, akhirnya massa aksi membuka kembali jalan yang sebelumnya di tutup. (IR3)

.

BERBAGI