Beranda Lain-Lain Tiga Orang Anak Dibawah Umur Ngaku Dianiaya Kades Doropeti

Tiga Orang Anak Dibawah Umur Ngaku Dianiaya Kades Doropeti

176

DOMPU, intirakyat.com – Tiga orang anak dibawah umur asal Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, mengaku dianiaya oleh Kepala Desa (Kades) Doropeti DL (nama inisial). Mereka yang masing masing bernama Alamsyah (12 thn), Mone (12 thn) dan Rifaid (12 thn) diduga dianiaya karena persaoalan kehilangan hlem.”Kami dianiaya oleh Kades Doropeti, gara gara masalah kehilangan hlem,” ungkap mereka, Selasa (17/9/2019).

Menurut informasi, kejadian itu terjadi pada hari Minggu 8 September Tahun 2019. Dimana saat itu, datang ke rumah M Rifaid Ketua BPD Doropeti (furkan) menanyakan kehilangan hlem dalam kegiatan trabas yang dilaksanakan pada acara HUT Desa Doropeti. BPD menanyakan kehilangan hlem kepada Wardin yang kebetulan tinggal di kediaman Irfan. Kira kira 10 menit kemudian, datanglah Kepala Desa Doropeti yang saat itu menanyakan kepada wardin apakah itu benar hlemnya.

Saat itu pun, Wardin mengakui bahwa dirinya yang mengambil hlem sambil menunjuk satu orang temannya bernama Mone. Kades Doropeti pun langsung respek dan diduga memukul Wardin dan Mone. Lalu Kades tersebut menunjuk dan mengejar Alamsyah dan diduga memukulnya.

Baca :   Warga, Pemdes Doropeti dan Guru SMPN 3 Pekat Tolak Perdamaian Kasus Pencabulan

Beruntung datang Staf Desa Ediman dan Dediansyah (Bhabinkamtibmas), furkan (BPD), Husain Abakar (tokoh masyarakat), Jalin Ratno (Staf Desa) yang saat itu membawa Alamsyah naik ke rumah untuk menghindari dipukul Kades, tapi kades memaksa naik kerumah tersebut, sehingga Bhabinkamtimas pun langsung membawa Alamsyah naik diatas mobil.

Wardin setelah mendapat pukulan dari kades, kemudian merikan diri dan dikerja oleh Kades. Tapi karena Wardin berlari ke arah pantai, akhirnya tidak diindahkan oleh Kades. Namun saat itu, alamsyah menjadi sasaran pemukulan. Oleh Kades lagi, menarik mone dengan cara menarik bajunya sampai ke rumah pak Wihu. Mone pun saat itu menangis kesakitan.

Setelah itu, Alamsyah, Mone, Rifaid dibawa ke rumah kades, mereka dijadikan tersangka selama berada di rumah kades. Alasan mereka dijadikan tersangka karena dianggap mencuri hlem. Tapi anehnya, anak anak dibawah umur ini tidak dibawa ke kantor polisi, tapi malah ditahan dirumah Kades tersebut. Hal ini dilakukan karena merasa bahwa anak anak tersebut masih dibawah umur dan tergolong dari keluarga yang tidak mampu.

Baca :   TMMD ke103, Ini Penyampaian Danrem 162/WB

Prilaku Kades Doropeti ini pun, mendapat respon dari keluarga anak anak tersebut. Menurut mereka, anak anak tersebut masih dibawah umur. Bahkan penganyiaan yang dilakukan oleh Kades tersebut disaksikan langsung oleh beberapa orang dan kejadian itu ibarat menjadi tontonan orang banyak.

Menurut mereka, bagaimana hukum ini berlaku adil setelah penindasan penyiksaan anak anak dibawah umur. Kalau anak anak itu melanggar hukum, tentu ada polisi yang memproses dan mengadili. Bukan malah menjadikan kejadian ini sebagai tontonan dan para pihak yang seharusnya melindungi anak anak itu terkesan diam.

“Setiap anak wajib dilindungi karena mereka juga punya kebebasan dalam berpikir dan bermimpi indah meraih cita cita. Kekerasan terhadap anak anak dibawah umur tidak dibenarkan dan itu diatur dalam undang undang,” katanya.

Sementara itu, sampai berita ini dipublis, Kepala Desa (Kades) Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, DL (nama inisial), belum berhasil diwawancarai.(IR3)

BERBAGI