Beranda Diskomminfo Terkait Kawasan Hutan Jadi Lahan Jagung, Bupati : Jangan Salahkan Saya

Terkait Kawasan Hutan Jadi Lahan Jagung, Bupati : Jangan Salahkan Saya

98

DOMPU,intirakyat.com – Bupati Dompu Drs. H Bambang M Yasin, belum lama ini akhirnya mengomentari terkait pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat (petani) untuk menanam jagung. Hal ini diungkapkan Bupati menyusul adanya pesan yang dikirim melalui WhatsApp-nya.

“Dua atau tiga hari ini untuk diketahui, saya sering terima pesan (melalui WhatsApp,Red) yang mengatakan panasanya dunia hari ini. Saya pun menjawab, saya tidak pernah menyuruh menambah panas bumi dengan jagung, karena saya tidak menikmati harga jagung,” ungkap Bupati Dompu Drs. H Bambang M Yasin, melalui penyampaianya di lokasi kegiatan Uji kualiatas daging sapi Dompu yang digemukan dengan pakan lamtoro oleh Universitas Mataram (Unram) bekerjasama dengan Universitif Of New Zealand dan New Zealand Aid Programme yang berlangsung di SMKN 1 Dompu, Selasa (9/10).

Bupati menegaskan, kalau dirinya dituding sebagai sumber gundulnya hutan itu salah besar. Sebab kata Dia, dirinya tidak pernah menyuruh mereka (masyarakat) masuk ke kawasan hutan.

“Tapi semua ini karena kebutuhan, uangnya banyak sehingga petani mau mengembangkan jagungnya. Kalau di ijinkan nanam jagung di halaman sekolah ini, pasti orang mau menanam jagung di halaman ini,” katanya.

Baca :   Masih Ada 500 Desa Miskin di NTB

Bupati menyebut, pak Dahlan Iskan sudah tiga kali mengunjungi Kabupaten Dompu. Bahkan beliau (Dahlan Iskan,Red) lanjut Dia, memberikan penghargaan kepada dirinya sebagai Bupati Gila.”Bahkan saya mendapat tropi dari media (Jawa Post,Red) sebagai Bupati Gila,” ungkapnya.

Diakui Bupati, dikatakan gila karena waktu itu dirinya berhasil mengembangkan jagung di Dompu dari Nol Ton menjadi 800 sampai 1 Juta Ton Per-Tahun. Karena ini pun kata Dia, Indonesia berhasil berhenti impor jagung.”Dan provokator sehingga Indonesia berhenti inpor jagung itu adalah Dompu. Dan sekarang Dompu tiga tahun terakhir ini melakukan ekspor secara rutin ke Negara Filipina,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bupati juga menyebut, pihak dari Kementerian Daerah Tertinggal merasa tidak sah pidatonya kalau tidak menyebut nama Kabupaten Dompu. Bahkan kata Bupati, Kementerian Daerah Tertinggal selalu mengambil Kabupaten Dompu sebagai sampel keberhasilan program yang fokus.

“Jadi fokus komuditas jagung dan sapi ini itu yang membuat pekerjaan kami di Pemda Kabupaten Dompu terlihat hasilnya dan memang sangat special,” terangnya.

Baca :   Pertumbuhan Rumput Laut di Dompu Tidak Maksimal

Lebih jauh Bupati menambahkan, dengan program yang fokus ini pihaknya bisa menurunkan angka kemiskinan rata-rata 1,2 Persen Per-Tahun. Enam atau tujuh Tahun lalu, Kabupaten Dompu adalah kabupaten termiskin di NTB.”Tapi sekarang Kabupaten Dompu adalah kabupaten terkaya di NTB,” paparnya.

Bupati menyakini, kedepan Kabupaten Dompu adalah kabupaten pemegang rekor tukang belanja terkuat di NTB.”Sekarang Kabupaten Dompu nomor dua dengan daya beli di NTB.Tapi saya perkirakan kedepan Dompu pasti juara satu (berada pada urutan pertama,Red) atau juaran umum dengan tingkat pendapatan perkapita tertinggi, angka kemiskinan terendah dan daya beli nomor urut dua, tapi kedepan pasti nomor urut satu,” katanya lagi.

Sambung Bupati, semua pencapaian ini merupakan hasil kerja bareng semuanya mengelola kebijakan yang fokus dengan komuditas utama jagung dan sapi.”Mudah-mudahan dengan makin sering pertemuan seperti ini akan terus meng-inspirasi kita dan kita diskusikan apa yang harus kita lakukan untuk dompu, Indonesia,” ucapnya.(IR3)

BERBAGI