Beranda Hot News Tenaga Kesehatan Yang Tak Punya STR Dilarang Tangani Pasien

Tenaga Kesehatan Yang Tak Punya STR Dilarang Tangani Pasien

5549

Dompu, intirakyat.com, – Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menegaskan kepada setiap tenaga kesehatan terutama Bidan dan Perawat, yang belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) tidak diperbolehkan untuk menangani pasien. Hal itu demi menghindari terjadinya permasalahan yang berujung pada denda pemberhentian atau dicabut hak sebagai pelayan kesehatan.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDM, Dikes Dompu, Abubakar., yang boleh menangani pasien adalah tenaga ahli yang telah memiliki STR atau sertifikat uji kompetensi yang diterbitkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI).

“Para tenaga kesehatan yang belum memiliki STR baik di Puskesmas Kecamatan, Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa, dan Poskesdes mereka tidak disuruh pegang pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh yang profesional. Walaupun dia perawat atau bidan tapi tidak kita sarankan untuk mengerjakan semacam persalinan,” ungkapnya saat ditemui Media ini Jumat (21/12/2018).

Baca :   Perawat Mogok Kerja, Dikes : Yang Mogok hanya Sukarela bukan PNS, Tidak apa-apa

Dikatakannya, Bidang Koordinator (Bikor) Poskesdes maupun Pustu Desa tidak dianjurkan untuk mempekerjakan tenaga kesehatan yang belum memiliki STR. Jika kedapatan, maka akan berimbas kepada Dinas Kesehatan berupa denda baik dari Pemerintah Kabupaten hingga Kementrian Kesehatan.

“Kita yang akan didenda nanti ketika kita pekerjakan tenaga kesehatan yang belum memiliki STR. Yang tidak memiliki STR hanya mendampingi saja. Mereka bisa melakukan pekerjaan lain seperti membuat laporan dan lainnya. Jika nanti sudah ada STR maka mereka bisa melakukan pekerjaan apapun sesuai bidangnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, STR merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Tenaga kesehatan yang telah memiliki STR dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.

Baca :   Gudang Obat Kadarluasa DIKES "Rentan" Dibobol

STR dapat diperoleh jika setiap tenaga kesehatan telah memiliki ijazah dan sertifikat uji kompetensi yang diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi. Ijazah diterbitkan oleh perguruan tinggi peserta didik dan sertifikat uji kompetensi yang diterbitkan oleh Dikti.

STR berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang setiap lima tahun. Sesuai dengan Permenkes 1796 tahun 2011, STR yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang melalui partisipasi tenaga kesehatan dalam kegiatan pendidikan dan atau pelatihan, kegiatan ilmiah lainnya sesuai dengan profesinya, serta kegiatan pengabdian masyarakat. (IR7).

BERBAGI