Beranda Pemerintahan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Rabies Digelar

Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Rabies Digelar

51

DOMPU, intirakyat.com – Direktoral Jenderal Pertenakan dan Kesehatan Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Dompu, Kamis (7/2/2019) menggelar Sosilasisasi pencegahan dan pengendalian rabies. Sosialisasi ini digelar guna menyikapi kasus KLB binatang jenis Anjing terjangkit virus rabies yang terjadi di Kabupaten Dompu.

Acara yang berlangsung ramai di pandopo Bupati Dompu, dipimpin Kepala Balai Besar Veteriner Dempasar Bali Dr Hewan Iwayan Mase Tenaya MPHIL PHD bersama bersama beberapa orang Dokter Hewan (drh) termasuk drh asal Negara Spanyol.

Hadir pula dalam momentum ini, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, Kepala Disnakwan Dompu Ir, Zainal Arifin M.Si bersama jajaran, Kepala Dikes Dompu Hj Iris Juwita, SKM, MMKes  bersama jajaran, Kades, Lurah dan Camat se-Kabupaten Dompu serta undangan lainnya.

Kepala Balai Besar Veteriner Dempasar Bali Dr Hewan I wayan Mase Tenaya MPHIL PHD, melalui penyampaiannya mengatakan, Rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan biasanya anjing yang telah terinfeksi virus Rabies. Virus rabies akan bergerak dari luka gigitan menuju otak, pergerakan ini dapat memakan waktu antara beberapa minggu hingga berbulan bulan.

Baca :   Sambut Tahun Baru, Kodim 1614/Dompu Gelar Istigosah dan Do'a Bersama

“Ketika virus mencapai otak, maka gejala gelaja rabies akan tanpak seperti sakit kepala, mual kemudian sensitif terhadap suara suara gaduh, takut air dan cahaya. Orang yang terinfeksi akan meninggal dalam 14 hari,” ungkapnya.

Dia meminta, jangan abaikan luka gigitan sekecil apapun, segera cuci luka dengan sabun di air mengalir selama 15 menit untuk mengurangi jumlah virus di dala luka. Laporkan setiap kasus gigitan kepada Dinas Kesehatan setempat.

“Segera pergi ke rumah sakit atau Puskemas untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Kenali gejala gejala rabies pada anjing seperti, gejala rabies pada anak anjing sering tidak nampak jelas jangan abaikan gigitan anak anjing,” saranya.

Sementara itu, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin juga mengatakan, pihaknya selaku pemerintah daerah bersama jajaram OPD setempat serta pemdes akan terus melakukan berbagai penanganan mengenai kasus KLB anjing yang terjangkis virus Rabies.

“Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah korban yang terkena gigitan anjing rabies,” ujarnya.

Baca :   SEKDA : Tumbulah Menjadi Generasi QUR’ANI

Diakui Bupati, saat menerima informasi dan beberapa foto terkait munculnya korban yang digigit anjing rabies, dirinya langsung bergerak cepat dengan memerintahkan Disnakkeswan melakukan investigasi dan uji petik
sampel beberapa binatang ajing yang berkeliaran di Kabupaten Dompu.

“Dari hasil analisa terhadap sampel yang sebelumnya di kirim ke pihak Dempasar menyatakan bahwa anjing anjing itu positif terjangkis virus rabies,” ungkapnya.

Saat ini menurut hasil data lanjut Bupati, sudah ada lagi 500 orang terkena gigitan anjing. Dasar ini pun, pihaknya sudah memberikan vaksin ke binatang sebanyak 1600 ekor anjing.”Kami juga sudah mengeliminasi sejumlah binatang anjing di Dompu,” jelasnya.

Usai penyampaian Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, kemudian acara sosialisasi ini dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara narasumber kegiatan bersama para undangan yang hadir dalam acara tersebut. Dialog dan tanya jawab ini pun dipimpin secara langsung oleh Wartawan Senior atau pemilik media cetak Koran Pagi, Iwan Skaral yang saat itu bertindak sebagai moderator.(IR3)

BERBAGI