Beranda Lain-Lain Sosialisasi Musim Tanam 2019, PT. SMS Dapat Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Sosialisasi Musim Tanam 2019, PT. SMS Dapat Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

115

DOMPU, intirakyat.com – Masa panen tebu PT. Sukses Mantap Sejahtera (PT. SMS) Tahun 2019 telah berakhir dan kini PT. SMS menyambut masa tanam. Menindaklanjuti hal ini pun, PT SMS menggelar pertemuan dengan tema Sosialisasi Musim Tanam Tahun 2019 yang dihadiri oleh berbagai perwakilan desa antaralain, Desa Doropeti, Desa Soritatanga, Kepala Dusun (Kadus) Samada, Kadus Ngguwumbune, Tokoh pemuda dan Ketua Adat Desa Doropeti.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Guest House PT. SMS, Senin (11/10/2009) ini membahas berbagai langkah dan upaya persiapan menyambut masa tanam.

Perwakilan PT. SMS, Sawedi Muhammad, melalui penyampaiannya dalam pertemuan tersebut mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk menjelaskan lahan-lahan mana saja yang akan digarap di Ngguwumbune.

“Kami akan melakukan penanaman di wilayah Nguwumbune dan memastikan yang kita jadikan mitra adalah kontraktor lokal dan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Kata Sawedi, pihak perusahaan menghormati apa yang menjadi hak masyarakat dan sedikitpun tidak akan mengganggu lahan-lahan yang berada di luar HGU perusahaan. Sebaliknya, masyarakat pun diminta partisipasinya untuk mendukung kegiatan ini baik menjadi mitra bisnis maupun sebagai karyawan.”Dukungan dari masyarakat dan pemerintah adalah prasyarat untuk kelancaran operasi perusahaan,” jelasnya.

Di sela waktu, Kades Doropeti Kecamatan Pekat, Dahlan, dalam pertemuan tersebut meminta kepada pihak perusahaan untuk lebih banyak berkomunikasi dengan pihak desa, menghormati kepala desa sebagai pemerintah setempat.

Baca :   Permintaan Evaluasi Kembali APBD 2020 oleh Gerindra Dinilai Ngawur

“Ini wilayah saya. Pak Camat pun ijin baru masuk ke sini. Juga PT.SMS adalah tamu saya, maka dari itu apapun yang terjadi di desa ini adalah tanggung jawab saya. Presiden pun harus melewati saya. Pemerintah disini siapa. Bukan Bupati. Disini ada kepala desanya,” pintanya.

Dahlan menyebut, pihak perusahaan tidak melakukan komunikasi dengan pihaknya dan tidak mengindahkan permintaan untuk menunjukkan surat-surat legal yang dimiliki.

Menanggapi penyataan Dahlan ini pun, PT SMS melalui Sawedi menjelaskan bahwa PT.SMS adalah perusahaan yang beroperasi sesuai ijin yang berlaku. Bahkan dalam momentum ini Sawedi kemudian meminta stafnya untuk menunjukkan dan memaparkan semua dokumen yang menjadi landasan hukum perusahaan.

Sementara itu, Ketua Adat, Juraid, dalam pertemuan pertemuan ini juga memberi penegasan ke peserta sosialisasi bahwa wilayah yang akan ditanami adalah Ngguwumbune, yang berdasarkan semua persuratan, termasuk ada surat dari untuk saling menghormati antara pihak pemerintah desa dan perusahaan.

Bahkan menurut Dia, apa yang menjadi keputusan kepala desa juga menjadi keputusan bersama dan itu tidak boleh diganggu gugat. Tapi semua juga harus sadar untuk menjaga aset negara (PT.SMS) yang mestinya harus dijaga bersama.

“Mari kita sama sama menjaga PT SMS. Selain PT SMS ini adalah aset Negara, keberadaan perusahaan ini banyak memberikan kontribusi untuk daerah dan masyarakat,” kata Juraid.

Baca :   Ganti Rugi Lahan Belum Terealisasi, Jumrawansyah Angkat Bicara ?

Disela waktu, Danramil 1614-05/Pekat, Kapten Kav M.Kasim, dalam pertemuan tersebut juga mengatakan, pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi antara pihak perusahaan dengan masyarakat Pekat.

“Seperti inilah yang kita inginkan. Suasana kondusif dan harmoni. Kami selaku pengamanan di wilayah ini bersama Pak Kapolsek, termasuk Pak Camat dan juga warga, akan menjaga sebaik mungkin investasi yang ada di wilayah ini,” katanya.

Sebelumnya dalam pertemun ini,
awalnya berlangsung alot karena ada oknum yang tidak diundang dan mengakut dari LSM. Setelah beberapa saat oknum tersebut diminta keluar dari forum, pertemuan pun dilanjutkan dengan tanya jawab dari para warga.

Di akhir pertemuan ini pun, para pihak sadar dan bersepakat untuk jalan bersama, mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam ini akhirnya menghasilkan berbagai kesepakatan antara lain :

Penanaman tebu akan dilakukan di daerah Ngguwumbune, Penanaman berikutnya akan dilakukan sosialisasi ke masyarakat dan pemerintah, Peninjauan lapangan dilakukan pada hari Sabtu (hari ini), 12 Oktober 2019, pukul 08.00 wita dan Para pihak sepakat bersatu mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat mengenai rencana pembukaan lahan dengan tidak mengganggu jalannya pekerjaan di lapangan.(IR3)

BERBAGI