Beranda Pendidikan SMKN 1 Monta Gelar Workhsop SPW Hadirkan KADIN

SMKN 1 Monta Gelar Workhsop SPW Hadirkan KADIN

97

BIMA, intirakyat.com – SMK Negeri 1 Monta Kabupaten Bima, NTB, Jumat (6/9/2019)
menggelar Workshop Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) yang diikuti diikuti oleh puluhan perwakilan siswa-siswi dan guru setempat. Workshop yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Monta ini menghadirkan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bima, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM.

Kepala Sekolah SMKN 1 Monta, Tarmidzi Esha, S. Pd, melalui sambutanya menjelaskan, Workshop SPW tersebut bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman teknis siswa dan guru dalam berwirausaha.

“Program ini disupport oleh kementrian Kemendikbud melalui Direktorat SMK. Guna menguatkan kemampuan siswa SMK dalam berwirausaha. Sengaja kita hadirkan pihak KADIN Bima. Karena merupakan lembaga yang berkompeten berbicara terkait hal ini,” ujar Tarmidzi.

Baca :   Aneh, Anggaran BOP TK PAUD RP 4,9 Miliar Cair Akhir Tahun 2018?

Sementara, itu Wakil KADIN Bima, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM, dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya membangun mentalitas dan kompetensi wirausaha bagi generasi muda. Mengingat jumlah wirausahawan indonesia masih sangat minim.

“Jumlah wirausahawan selalu linier dengan tingkat kesejahteraan suatu daerah. Sehingga harus terus digelorakan semangat berwirausaha d kalangan generasi muda, ” terang Hadi.

Sementara itu, skill Bisnis merupakan kemampuan praktis, yang hanya dapat terasah dengan praktek secara konsisten, persistensi, fokus dan kerja keras.

“Bisnis juga harus dijalani dengan dasar cinta, agar tak gampang putus asa ketika menghadapi masalah. Kita tidak akan pernah sukses, sampai kita benar-benar mencintai Bisnis yang kita jalankan. Karena setiap pekerjaan selalu memiliki tantangan dan hambatan,” imbuh Hadi.

Baca :   Jumlah Guru Honorer di Kota Bima “membludak”

Hadi juga menjelaskan trik-trik dalam menghadapi persaingan bisnis. Dan menjadikan persaingan sebagai energi untuk meningkatkan usaha, bukan membunuh usaha yang telah ada.

“Persaingan usaha itu suatu kemutlakan. Ada dua pola yang harus kita jalankan dalam bisnis, yaitu konsep Red dan Blue Ocean Strategy. Kedua strategy bersaing itu memiliki pendekatan yang berbeda agar persaingan menjadi produktif, ” tutup Founder Sentral Muslim Group ini.(IR3)

BERBAGI