Beranda Hukum dan Kriminal Setelah Dilapor, Kades Rababaka Kini Dibidik Kejaksaan Dompu

Setelah Dilapor, Kades Rababaka Kini Dibidik Kejaksaan Dompu

541

Dompu, intirakyat.com – Kejaksaan Negeri Dompu, mengaku telah menerima laporan dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dengan terduga Kepala Desa Rababaka, Kecamatan Woja, Tri Sulistio., oleh kelompok masyarakat. Kini, Jaksa tengah fokus untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Laporan sudah ada dan sekarang prosesnya kini masuk pada pullbacket (pengumpulan data-data) yang jelas pemeriksaan akan terus berlanjut,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan, Ahmad Sulhan, SH., yang didampingi oleh Kasi Pidsus, M Isa Anshori, SH., pada media ini, Senin (10/06/2019).

Dikatakan Ahmad Sulhan, sejauh ini 4 orang saksi yang berasal dari Kaur-Kaur desa dan Bendahara desa yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Pihaknya belum berencana akan memanggil Kepala Desa yang bersangkutan.

Baca :   Proyek Irigasi di Desa Tanju "disorot" LSM Nggahi Rawi Pahu

“Sudah 4 orang saksi yang kita panggil diantaranya para Kaur Desa juga bendahara Desa. Selama kita panggil, mereka cukup kooperatif,” ungkapnya.

Hingga saat ini lanjut Ahmad Sulham, pihaknya kesulitan mendapatkan dokumen yang dibutuhkan dalam mendalami kasus ini dari para saksi. Pasalnya para saksi mengaku tidak memegang dokumen yang dibutuhkan oleh jaksa.

“Para saksi tidak memegang, keterangan mereka (saksi) dokumen berupa berkas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran semuanya dipegang oleh Kepala Desa. Tapi itu bukan menjadi penghalang kita untuk menyelesaikan kasus ini, kita tetap minta dan pegang dokumen itu,” tegasnya.

Kapan Kepala Desa Akan Dipanggil ?

Baca :   Didemo Soal Perangkat Desa, Ini Kata Kades Serakapi

Menjawab pertanyaan wartawan, Jaksa mengaku akan menyelesaikan dulu proses pemeriksaan para saksi. Setelah itu baru akan memanggil dan memeriksa Kepala Desa serta meminta dokumen yang dibutuhkan.

“Nanti kita akan panggil kalau yang dibawah (saksi) nya sudah selesai diperiksa,” ujarnya.

Sebelumnya, kelompok masyarakat Desa Rababaka, tepatnya pada tanggal 22 April lalu melaporkan dugaan penyalahgunaan ADD dan DD tahun anggaran 2018 oleh Kepala Desa Rababaka ke Kejalsaan Negeri Dompu.

Dalam laporan tersebut, dugaan anggaran yang disalahgunakan oleh Kepala Desa sebesar Rp 700 lebih juta. Bahkan warga Rababaka juga melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta Kejaksaan agar menuntaskan laporan mereka. (IR7).

BERBAGI