Beranda Pemerintahan Sembilan Orang ASN Napi Korupsi Bakal Dipecat

Sembilan Orang ASN Napi Korupsi Bakal Dipecat

423

DOMPU, intirakyat.com – Sebanyak 9 orang Aparat Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintahan Kabupaten Dompu bakal dipecat secara tidak hormat. Mereka akan dipecat lantaran berstatus Narapidana (Napi) kasus Korupsi.

“Intinya bulan ini tepatnya tahun 2019 sebanyak 9 orang ASN lingkup Pemkab Dompu yang merupakan Narapidana kasus Korupsi akan dipecat secara tidak hormat,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan BKD -PSDM Dompu, Asraruddin SH, saat diwawancarai di ruang kerjanya (kantor BKD-PSDM), Rabu (15/5/2019).

Asraruddin menjelaskan, pemecatan terhadap ASN Napi kasus Korupsi berdasarkan Undang-undang 5 tahun 2014 Tentang ASN Pasal 87 ayat 1 negara, dan junto Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS. 

Baca :   Bantu Air Bersih, Sunatan Massal dan Makmurkan Masjid, Bukti Kepedulian Polisi pada Masyarakat

Dan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri PANRB, Mendagri dan BKN yang mengevaluasi dari Surat Edaran (SE) Mendagri tahun 2012 nomor 800 Tentang Pemecatan PNS yang kemudian direvisi menjadi SE Mendagri dengan Nomor 180.

“9 orang ASN Napirapidana korupsi itu akan dipecat karena sudah ada putusan ikrah dari Mahkamah Konstitusi (MK). Itulah alasan kenapa mereka akan dipecat secara tidak hormat,” paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut Asraruddin, pemecatan ASN Napi Korupsi lingkup Pemkab Dompu berdasarkan hasil rapat bersama pihak pihak terkait yang ada di pusat.”Kemarin Tanggal 15 April 2019 sudah dilakukan rapat di Jakarta bersama pihak pihak terkait guna membahas mengenai pemecatan ASN Napi Korupsi. Dan hasil rapat mengenai itu sudah ada,” terangnya.

Baca :   Ini Gambaran Visi Misi Dinas PUPR

Diakui Asraruddin, saat ini pihaknya sudah menyiapkan berbagai berkas untuk melaksanakan esekusi atau pemecatan secara tidak hormat terhadap 9 orang ASN Napi Korupsi tersebut.”Sebelumnya terhadap 9 orang ASN Napi Korupsi ini juga sudah diberhentikan mengenai pembayaran gajinya sejak bulan Mei ini,” katanya.(IR3)

BERBAGI