Beranda Parlemen Bicara Sampaikan Aspirasi, PRD Audensi dengan DPRD

Sampaikan Aspirasi, PRD Audensi dengan DPRD

24

KOTA BIMA, intirakyat.com – Sejumlah pemuda yang menamakan diri PRD Kota Bima, Kamis kemarin (25/7/2019), melakukan audensi dengan DPRD Kota Bima. Hal ini dilakukan PRD untuk menyampaikan aspirasi mengenai permintaan dukungan para wakil rakyat terhadap aktivitas dan usaha kelompok ternak Oi Si’i Kelurahan Rontu, binaan PRD setempat.

Audensi yang berlangsung di kantor DPRD Kota Bima ini, selain dihadiri perwakilan Walikota Bima, juga dihadiri oleh jajaran SKPD lingkup Pemkot Bima. Terutama para Kepala Dinas serta pihak lainnya.

Ketua Kelompok ternak Oi Sii Kelurahan Rontu, Dahlan melalui audensi tersebut mengatakan, pihaknya selaku kelompok ternak memiliki sebanyak 10 ribu ekor unggas. Dari jumlah ini kata Dia, yang siap dipanen (dijual) sebanyak 2 ribu ekor.”Tapi sayangnya, unggas kami yang laku hanya 20 ekor saja,” ungkapnya.

Dikatakan Dahlan, kurangnya peminat atau pembeli unggas itu disebabkan oleh banyaknya pasokan daging unggas dari luar, sehingga mengakibatkan daging unggas lokal tidak laku.

“Harapan kami agar Pemkot Bima menghentikan pasokan daging unggas dari luar daerah sehingga kami anggota kelompok ternak yang ada di Kota Bima bisa hidup. Sebab biaya produksi unggas kami cukup mahal dan kalau tidak terjual, maka kami rugi besar,” harapnya.

Perwakilan DPRD Kota Bima mengatakan, pihaknya merespon dengan baik aspirasi yang disampaikan kelompok ternak Oi Si’i yang menjadi binaan PRD Kota Bima. Selain itu juga, meminta kepada Pemkot Bima agar mendukung kegiatan atau usaha warga Kota Bima khususnya kelompok ternak unggas.

“Setiap masa panen pasti kita temui kendala ini dimana hasil panen di daerah kita sendiri kurang mampu bersaing dengan hasil ternak dari luar. Padahal kualitas antara hasil ternak di daerah dengan hasil ternak di luar daerah sama kualitasnya. Maka itu kami minta agar dinas terkait untuk bisa mencarikan solusi terhadap persoalan ini,” katanya.

Baca :   Sampaikan Aspirasi, Buruh PT Lancar Sejati Demo DPRD, Pemda dan Disnakertrans

Asisten III Pemkot Bima, Sukri, menyampaikan, mengenai masalah ini pihaknya meminta kepada Dinas Koperindag untuk segera menindaklanjuti permasalahan yang dialami kelompok ternak Oi Si’i.

“Berikan solusi terbaik untuk permasalahan ini. Masyarakat kita sudah melakukan usaha yang bagus, sehingga kita perlu membantu dalam proses pemasaran hasil ternak ini,” tuturnya.

Kepala Dinas Koperindag Kota Bima, Abdul Haris mengatakan, pihaknya merespon dengan baik aspirasi yang disampaikan dalam audensi ini.”Masalah ini akan kami atensi dan tindaklanjuti,” katanya.

Abdul menyebut, di Kota Bima hanya ada dua pasar yakni pasar Amahami dan pasar Paruga. Setiap hari para pedagang hanya mampu menjual 35 ekor. Sementara jumlah pedangan daging sebanyak 32 orang.

Tidak hanya itu lanjut Dia, perlu diketahui bersama banyak daging unggas dari luar daerah yang masuk ke Kota Bima. Bahkan saat pihaknya melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di TPI Bima, menemukan adanya daging ayam beku yang dipasok dari wilayah lombok NTB.

“Tapi perlu diketahui, di Dinas kami belum ada aturan untuk membatasi daging unggas yang masuk ke Kota Bima. Tapi besok kami akan koordinasi dengan Dinas Peternakan agar bisa mencari solusi atas permasalahan ini,” jelasnya.

Abdul menyebut, harga ayam yang ada di Bima dan Lombok jauh berbeda. Di Bima harganya 46 ribu per kilo, sedangkan di Lombok harganya 32 ribu per kilo, sehingga para penjual daging ayam lebih memilih daging ayam asal lombok.

“Kami akan upayakan membantu para peternak yang ada di Bima dengan melakukan koordinasi dengan Dinas lain,” terangnya.

Baca :   Jalur Jalan Menuju Kediaman Walikota “terpilih” Mulai Berbenah

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Bima, Adisan megatakan, mengingat tata niaga daging unggas di Indonesia, ada dua Model yaitu kemitraan dan mandiri. Maka pihaknya menyaranakan agar kelompok ternak segera bikin ijin agar mudah dipantau dan dibantu segala macam keperluannya.

Sebab selama ini kata Dia, pihaknya hanya melakukan perbantuan kepada kelompok ternak yang telah terdaftar di Dinas setempat, oleh karena itu diharapkan agar segera mendaftar ke Dinas.”Kami bisa membantu apapun yang menjadi kekurangan bagi para kelompok ternak dan kami ada pos anggaran untuk itu,” paparnya.

Tidak hanya itu lanjut Abdul, hasil rapat ini akan ditindaklanjuti dan pengusaha lokal menjadi atensi Pemkot Bima. Bahkan terkait pemasaran, pihkanya akan membantu dan akan dikoordinasikan dengan perusahaan yang mengolah daging unggas, agar semua hasil produksi ini dapat terakomodasi semua.”Kami siap membantu para anggota ternak yang ada di Kota Bima,” janjinya.

Sementara itu, pihak Bappeda Kota Bima, Arifudin melalui audensi ini juga mengatakan, kemajuan usaha kelompok ternak sangat diharapkan oleh Pemkot Bima. Bahkan ini kata Dia, sudah tertuang dalam misi dari Walikota Bima yang menginginkan adanya peningkatkan perekonomian masyarakat Kota Bima.

“Pemkot Bima sudah alokasikan anggaran khusus sebesar RP 12,5 Miliar untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat Kota Bima. Oleh karena itu anggaran tersebut harus direspon oleh Dinas terkait untuk kesejahteraan rakyat,”

” Ini adalah program pemerintah Kota Bima untuk kesejahteraan rakyat Kota Bima. Terkait perijinan, kami minta kepada Dinas Peternakan agar mempermudah bagi masyarakat yang ingin melakukan usaha mandiri seperti ini,” Tandasnya.(IR3)

BERBAGI