Beranda Peristiwa Sampaikan Aspirasi, Pekerja PT Lancar Sejati Duduki Kantor Disnakertrans

Sampaikan Aspirasi, Pekerja PT Lancar Sejati Duduki Kantor Disnakertrans

58

DOMPU, intirakyat.com – Usai melakukan aksi unjukrasa di kantor DPRD Kabupaten Dompu dan halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dompu, Senin (7/10/2019). Puluhan pekerjaan perusahaan (PT) Lancar Sejati, menduduki kantor Disnakertrans.

Hal ini mereka lakukan, selain tidak terima atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh PT Lancar Sejati melalui HRDnya. Juga untuk menyampaikan beberapa tuntun lain yakni, meminta agar pekerja jadikan karyawan tetap dan mengenai BPJS, Jamsostek dan hari cuti.

Cara para karyawan ini menduduki kantor Disnakertrans yakni menguasai bangunan kantor. Tidak hanya itu, mereka juga terlihat menginap dan tidur di lokasi setempat.

pengusaan kantor ini pun, sudah berlangsung dua hari. Bahkan sampai sekarang, Selasa (8/10/2019) mereka masih terlihat beraktivitas di kantor setempat.

Perwakilan Pekerja PT. Lancar Sejati Dompu, Deden mengatakan, tujuan menduduki kantor Disnakertrans sebagai bantuk sikap kekecewaan terhadap jajaran Disnakertrans yang sampai hari ini dinilai gagal menjalankan fungsi dan tugasnya dalam memperjuangkan nasib para perkerja.

Baca :   Diduga Grombolan Curanmor, Tiga Pemuda Diamankan Polisi

“Masalah ini, sudah lama kami suarakan. Baik melalui aksi unjukrasa maupun laporan tertulis. Namun sampai detik ini, Disnakertrans tidak berhasil mengkomunikasikan masalah ini dengan perusahaan Lancar Sejati,” ungkapnya.

Dasar ini lanjut Deden, pihaknya meminta kepada Disnakertrans Dompu dan Provinsi NTB untuk segera memanggil dan memproses PT Lancar Sejati. Sebab apa yang dilakukan oleh perusahaan setempat telah merugikan para pekerja.

“Kami akan tetap menduduki kantor Disnakertrans sampai ada respon serius dari Disnakertrans Dompu dan Provinsi NTB. Minimal mereka datang bertatap muka dengan kami dan memanggil secara resmi PT Lancar Sejati,” pintanya.

Ditanya respon pekerja terhadap surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dikeluarkan oleh HRD PT Lancar Sejati ?

Menurut Deden, pihaknya menilai surat PHK tersebut tidak legal. Karena selain, dalam surat itu tidak tercantum nomor surat, juga PHK tersebut tidak melalui mekanisme dan aturan dalam undang undang tenaga kerja.

Baca :   Sedang Asek Nongkrong, Warga Desa O'o Dipanah OTK

“Kami anggap surat pemecatan (surat PHK) itu tidak legal dan bertentangan dengan aturan yang ada,” katanya.

Sepengetahuan Deden, mengeluarkan PHK terhadap pekerja, itu harus ada mekanisme dan aturan yang sebelumnya harus dilewati. Minimal ada pemberitauan awal dari perusahaan kepada para pekerja.

“Tapi kenyataannya hal itu tidak dilakukan oleh perusahaan dan mereka tiba tiba saja mengeluarkan surat PHK itu,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menilai PT Lancar Sejati terkesan memaksa pekerjaan untuk menerima uang pesangon, penghargaan kerja dan gaji.

“Akibatnya sebagian pekerja sudah menerima uang (pesangon, penghargaan dan gaji) dari perusahaan itu. Sementara sisa pekerjan lainnya tetap berkomitmen untuk tidak menerima apa yang menjadi keputusan perusahaan termasuk mengenai uang pesangon,” katanya lagi.

Lebih jauh Deden menegaskan, pihaknya akan tetap menduduki dan menguasai kantor Disnakertrans sampai tuntutan pihaknya direalisasikan.”Rencana kami menduduki kantor ini sampai hari senin 14 oktober 2019,” tegasnya.(IR3)

BERBAGI