Beranda Sosial Budaya SAMALAONA 92 : Kedepan Dompu Butuh Pemimpin Paham ‘Kemiskinan’

SAMALAONA 92 : Kedepan Dompu Butuh Pemimpin Paham ‘Kemiskinan’

112

DOMPU, intirakyat.com – Alumni angkatan SMA Tahun 92 (Samalaona) Dompu mengemukakan mengenai kondisi kemiskinan di Kabupaten Dompu. Menurut Samalaona, Dompu kedepan membutuhkan pemimpin yang paham akan persoalan masalah kemiskinan.

“Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di Dompu, itu harus pemimpin yang paham persoalan masalah kemiskinan,” ujar Alumni SMA (samalaona) 92 Dompu,Muhammad Syahroni SP MM, yang juga menjabat Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Ekonomi Bappeda dan Litbang Dompu.

Syahroni menyebut, menurut release BPS Tahun 2018 persentase kemiskinan masyarakat Kabupaten Dompu Tahun 2017 tinggal menyisakan 13,43 persen. Namun terlepas dari segala kekurangannya kata Dia, memang tidak dapat dipungkiri dalam kurun waktu 5 tahun terakhir Kabupaten Dompu adalah Kabupaten yg paling akseleratif dalam penurunan angka kemiskinan di Propinsi NTB.

“Namun Release itu juga dikatakan Kabupaten Dompu masih menyisakan kerak kemiskinan sebesar 10,76 persen. Teori kemiskinan menyatakan kerak kemiskinan adalah adalah Orang kategori miskin yang relatif sulit untuk ditangani. Ibarat nasi, tinggal keraknya dan itu sulit dibersihkan,” jelasnya.

Baca :   StreetScore scores a street view based on how safe it looks to a human

Dikatakan Syahroni, masyarakat yang termasuk dalam kerak kemiskinan ini adalah penduduk yang tidak bisa berbuat apa apa (cacat dan lain lain, Red) dan kelompok masyarakat
yang malas.”Kalau dicermati data tersebut, ada fenomena menarik terkait kemiskinan dan kepemimpinan Dompu kedepan,” katanya.

Apa fenomena menarik tersebut ? Dijelaskan Syahroni, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M.Yasin masih menyisakan 3 Tahun masa kepemimpinan atau 4 Tahun periode relaese BPS. Terkait persentase penduduk miskin menurut Dia, jika diasumsikan saja penurunan kemiskinan 0,8 persen per-tahun, maka penurunan yang akan terjadi adalah 3,4 persen dalam kurun 4 tahun.

” ini berarti pada Tahun 2021 pada akhir masa kepemimpinan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M Yasin (HBY,Red) angka kemiskinan masyarakat Kabupaten dompu berada diangka10,03 persen,” paparnya.

Baca :   Penutupan TMMD 104 Kodim 1614/Dompu, Artis Jenita Janet Akan Meriahkan Panggung Hiburan Rakyat

Mencermati data data tersebut dan mengkaitkannya dengan kepemimpinan Dompu kedepan, tambah Syahroni, maka bisa di bayangkan betapa begitu sulitnya Bupati pasca HBY untuk menurunkan angka kemiskinan.

“Sang Bupati tersebut akan berhadapan (bermain,Red) dengan masyarakat miskin yang kategori KERAK yang secara teori relatif sulit untuk diangkt dari garis kemiskinan,” tuturnya.

Dengan berbagai kondisi ini sambung Syahroni, mematik semangat Komunitas SAMALAONA dalam diskusi TANAO SAMA SAMALAONA dengan tema MENGUPAS KEMISKINAN yang di laksanakan di Aula Bappeda kemarin.

“Dalam diskusi itu merekomendasikan bahwa pada periode kepemimpinan berikut, Dompu benar benar butuh pemimpin yang visioner, pekerja keras dan benar benar harus paham dan mengerti akan detail permasalahan terkait kemiskinan,” Tandasnya.(IR3)

BERBAGI