Beranda Sosial Budaya Rumah Peradaban Dompu, ini Penjelasan Arkeologi Bali

Rumah Peradaban Dompu, ini Penjelasan Arkeologi Bali

115

DOMPU, intirakyat.com – Kepala Balai Arkeologi Bali wilayah kerja Provinsi Bali, NTB dan NTT, Drs. I Gusti Made Suarbhawa, mengatakan, rumah peradaban itu adalah rumah suatu ruang yang menghubungkan arkeologi dengan hasil penelitianya kepada masyarakat khususnya kepada para generasi muda atau siswa sekolah.

Hasil penelitian itu, seyogianya dan bukan pada jamannya lagi menjadi milik lembaga saja, tapi menjadi hak masyarakat. Sehingga informasi apapun berkaitan dengan kearkeologian hasil penelitian serta lainnya wajib disebar luaskan

“Hasil penelitian bukan untuk kepentingan diri sendiri. Tapi justru terpenting apa manfaatnya kepada masyatakat. Terutama dalam dunia pendidikan,” ujar I Gusti Made Suarbhawa, saat diwawancarai wartawan di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, Jumat (6/9/2019).

I Gusti Made Suarbhawa, rumah peradaban itu adalah suatu media interaksi untuk mendekatkan arkeologi kepada masyarakat dan juga sebagai jawaban bagaimana terhadap tantangan, kontribusi arkeologi terhadap dunia pendidikan dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa.

Jadi rumah peradaban ini, bertujuan untuk membumingkan hasil penelitian arkeologi yang disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat secara umum khususnya dalam dunia pendidikan.

“Para siswa diharapkan lebih mencintai budayanya. Disinilah terjadi sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Kedepan tidak hanya dilakukan oleh para arkeologi dari balai arkeologi, tapi justru peran serta pemerintah daerah dalam hal ini Dinas pendidikan, kebudayaan dan instansi lainnya untuk bersama sama atau bersinergi untuk mengungkap. Dan peluang itu sangat terbuka untuk mewujudkan atau memajukan dunia pendidikan dan kebudayaan,” jelasnya.

Baca :   SAMALAONA 92 : Kedepan Dompu Butuh Pemimpin Paham 'Kemiskinan'

Disinggung sudah berapa lama Balai Arkeologi Bali, melakukan penelitian di wilayah Kabupaten Dompu ? kata I Gusti Made Suarbhawa, itu sudah lama tepatnya dari mulai Tahun 1990 an. Tapi penelitian itu dilakukan dengan berbagai tahap. Tapi penilitian tidak dilakukan rutin setiap tahun.

” Tapi untuk beberapa tahun ini kami intens melakukan penelitian di situ Doro Bata wilayah Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu,” jelasnya.

I Gusti Made Suarbhawa juga menyebut, semua yang dilakukan tentu dengan cara melihat prospek dan potensi yang ada di Doro Bata yang dikenal dengan salah satu situs yang diungkap lebih lanjut. Karena salah satunya, memberikan informasi berkaitan dengan keberadaan wilayah Dompu.

Selain Doro Bata, yang sudah diteliti oleh pihaknya yakni, doro mpana. Tapi yang lebih juga diteliti dulu itu di Doro Bente yang memberikan informasi yang sangat berakti, bagaimana metigasi ketika terjadi letusan gunung tambora atau masa prasejarah.

Baca :   Dinas Sosial Targetkan Rehabilitasi Lima PSK

“Dompu ini situnya sangat komplit termasuk potensinya sangat besar. Tinggal sekarang bagaimana kita, mengungkap dan menggarapnya sehingga menghasilkan informasi yang berkaitan dengan keberadaan dompu dari masa ke masa demi sebuah kemajuan pendidikan dan kebudayaan di daerah ini,” paparnya.

Dasar ini, I Gusti Made Suarbhawa mengajak kepada pemerintah daerah untuk bersama sama mengembangkan potensi tersebut. Apalagi ini menyakut sejarah Dompu pada masa ke masa. Dia pun mengajak kepada masyarakat agar perduli terhadap peninggalan leluhur, karena sesungguh peninggalan leluhur langka tidak bisa diperbahrui seperti membangun bangunan baru dan lainnya.

”Berbagai hasil ini pun tentu juga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai destinasi wisata,” terangnya.

Selama melakukan penelitian di Dompu, apa saja yang berhasil ditemukan ? kata I Gusti Made Suarbhawa, hal itu antaralain, berupa artepak (struktur) sisa sisa bangunan, barang barang yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Misalnya dari luar seperti keramik dari Cina, Vietnam, Thailand yang ditemukan di beberapa situs di Kabupaten Dompu.

“Hasil ini pun menunjukan bahwa masyarakat Dompu dari Abad ke 12, masyarakat Dompu sudah melakukan komunikasi atau kontak dengan dunia luar,” Tandasnya.(IR3)

BERBAGI