Beranda Sosial Budaya Rahman : Pemda Minim Perhartian Terhadap Nilai Sejarah

Rahman : Pemda Minim Perhartian Terhadap Nilai Sejarah

40

DOMPU, intirakyat.com – Salah seorang warga Kabupaten Dompu, Rahman (50 thn) mengomentari kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Dompu mengenai benda benda bersejarah. Buktinya, sampai saat ini Pemda Dompu belum memiliki museum sebagai tempat penyimpanan benda benda bersejarah.

“Sampai sekarang Kabupaten Dompu belum memiliki bangunan museum,” ungkap Rahman, saat diwawancarai wartawan ini, Rabu (22/5/2019).

Menurut Rahman, tidak adanya meseum itu, membuktikan pemerintah terkesan tidak menghargai sejarah atau benda benda peninggalan jaman dulu.

“Kalau memang pemerintah serius dan prihatin terhadap sejarah, kenapa sampai hari ini di Kabupaten Dompu tidak ada museum,” heranya.

Tidak hanya itu lanjut Rahman, sepengetahuan dirinya di Kabupaten Dompu banyak sekali tempat atau bangunan peninggalan sejarah yang kondisi fisik memprihatinkan.”Banyak bangunan sejarah yang tidak terurus dan terkesan dibiarkan begitu saja,” ungkapnya lagi.

Baca :   Dam Tanju Telan Korban Jiwa, Anak SMP Tenggelam Saat Mandi

Ditambahkan Rahman, bagaimana pemerintah mau mengajarkan tentang sejarah kepada masyarakat, kalau pemerintah sendiri terkesan tidak menghargai sejarah.”Sejatinya sebagai manusia kita tidak boleh lupa akan sejarah. Sebab karena sejarahlah kita bisa hidup seperti ini,” terangnya.

Sementara, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Dompu Muhammad Iksan ST, secara tegas membatah terkait tanggapan yang mengatakan pemerintah tidak menghargai sejarah.

“Kami pemerintah sangat menghargai sejarah dan tidak pernah lupa akan sejarah,” tegas Iksan, saat diwawancarai wartawan di kantor Pemda Dompu, Rabu (22/5/2019).

Baca :   Program Jumat Keliling, Kapolres Tatap Muka Dengan Tokoh Agama dan Masyarakat

Mengenai bangunan museum, lanjut Iksan, itu bisa saja dibangun oleh pemerintah. Tapi menurut Dia, apakah benda benda bersejarah (peninggalan jaman dulu) mau diserahkan kepada pemerintah oleh para keluarga atau garis keturunan raja (sultan) di Kabupaten Dompu.

“Kalau kami membangun museum tanpa ada benda benda bersejarah yang disimpan di dalam bangunan, itu sama saja bohong,” katanya.

Iksan menegaskan, intinya pemerintah tetap akan merespon baik mengenai aspirasi masyarakat terkait bangunan museum tersebut.

“Ya kita tunggulah, kalau memang benda benda bersejarah itu ada dan mau diserahkan kepada pemeritah untuk merawatnya, maka pemerintah akan siap membangun museum,” tegasnya.(IR3)

BERBAGI