Beranda Hukum Polres Dompu Ungkap Pelaku dan Motif Kasus Pemanahan Terhadap Pelajar Umur 17...

Polres Dompu Ungkap Pelaku dan Motif Kasus Pemanahan Terhadap Pelajar Umur 17 Tahun

503

DOMPU, intirakyat.com – Kinerja aparat dalam mengungkap pelaku tindak pindana hukum di wilayah Kabupaten Dompu, patut diacungi jempol dan diberikan apresiasi. Seperti halnya kasus pemanahan yang mengakibatkan Rusdianto Setiawan, seorang pelajar SMAN 1 Woja, umur 17 thn warga Dusun Wawo Baka, Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu meninggal dunia, Minggu (10/2/2019).

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Polres Dompu melalui Satuan Reskrimnya bersama anggota Mapolsek Woja, Minggu 10 Februari 2019, selain berhasil menangkap satu orang pelaku utama yang berinisial MS warga Desa Wawonduru, Kecamata Woja, Kabupaten Dompu, juga berhasil menangkap lima orang pelaku yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.

“Iya para pelaku (6 orang pelaku,Red) itu sudah berhasil ditangkap pada Minggu 10 Februari 2019,” ujar Kasat Reskrim AKP Daniel P. Simangunsong, S.IK, melalui Kepala Sub-Bagian Humas Polres Dompu, IPTU Sabri, SH, lewat press realesennya, Senin (11/2/2019).

Sabri menyebut, para pelaku tersebut masing masing berinisial,
MA (17thn) pelajar MAN 1 Dompu warga Dusun Wawonduru, Kecamatan Woja, Dompu. FNA (16thn) pelajar MAN 1 Dompu warga lingkungan Bali Bunga, Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja Dompu (mengendarai motor Mio M3).

AS alias Pian (17 thn) pelajar SMK 1 Woja warga Desa Nowa, Kecamatan Woja Dompu (ikut bersama pelaku). AW (16thn) pelajar MAN 1 Dompu warga lingkungan Polo, Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja Dompu (ikut bersama Pelaku).

Baca :   Tuntut Pembebasan Pelaku Perusak Hutan, Warga "Kuasai" Jalur Jalan

AS (15thn) pelajar SMP 1 Woja warga lingkungan Bali Bunga, Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja Dompu (ikut bersama pelaku) dan AD (16thn) pelajar SMK 1 Dompu, Desa Nowa, Kecamatan Dompu Dompu (ikut bersama pelaku).

“Dari hasil keterangan pelaku (MA) mengatakan bahwa motif dari kasus ini balas dendam karena sebelumnya MA dulu pernah dikeroyok oleh pemuda yang ada di Desa Nowa,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Sabri, dari keterangan pelaku MA juga, melakukan pemanahan bersama teman-temannya sebanyak 12 orang. Mereka (para pelaku) mengendarai lima motor dengan berboncengan.

Awalnya kata Dia, mereka sudah berencana untuk melakukan pemanahan terhadap pemuda di Desa Nowa. Motifnya, karena pelaku MA merasa sakit hati karena dulu pernah dikeroyok oleh pemuda yang ada di Desa Nowa dan aksinya kemarin diduga adalah balas dendam.

“Saat diinterogasi pelaku MA mengakui membuat lima anak panah dengan rekannya bernama DN yang kini berstatus DPO. Kami pun menemukan 5 anak panah di rumah DN tepatnya di lingkungan Kandai 2, Kecamatan Woja Dompu,” bebernya.

Baca :   Kembali Sat Narkoba Polres Dompu Ungkap Kasus Narkoba

Sebelumnya, lanjut Sabri, kejadian kasus pemanahan tersebut terjadi sekitar pukul 00:20 WITA, bertempat di Jalan Lintas Sumbawa Bima tepatnya di depan kios milik Wawan, di Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu merupakan Tempat Kejadian Perkara/TKP penganiayaan dengan menggunakan panah yang menyebabkan korban meninggal dunia. 

“Saat itu korban sedang duduk bersama tiga orang temannya (Gunawan, Ifon dan Wawan,Red) di depan Kios milik Wawan. Dari arah barat datang lima unit sepeda motor datang melintas di jalan depan mereka. Pelaku berinisial MA dan kawan-kawan saling berboncengan ada yang bonceng dan berbonceng tiga,” jelasnya.

Pelaku yang menggunakan motor Mio M3 itu lanjut Sabri, melepaskan panah kearah korban dan panah tersebut mengenai dada korban sebelah kanan.

“Saat itu pelaku MA DKK tersebut melarikan diri ke arah timur kota Dompu. Setelah kejadian tersebut korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sekitar pukul 03:00 WITA, korban meninggal dunia,” Terangnya.

Sambri menegaskan, kasus ini terus dalam penanganan serius oleh Satuan Reskrim Polres Dompu.”Jika ada lagi perkembangan terbaru terhadap penanganan kasus ini, akan kami infokan kepada rekan rekan media,” janjinya.(IR3)

BERBAGI