Beranda Hot News Polemik Perembutan Lahan Ncando Terus Berlanjut

Polemik Perembutan Lahan Ncando Terus Berlanjut

35

Dompu, intirakyat.com – Perebutan lahan pertanian di So Ncando oleh kelompok tani terus berlanjut. Mereka saling menklaim bahwa lahan tersebut telah lama diduduki bertahun-tahun. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) pun dituntut untuk menyelesaikan permasalahan ini oleh kelompok tani.

Buntut dari persoalan ini, kelompok tani yang merasa dirugikan yaitu Poktan So Sorimila dan So Ncando menemui KPH Ampang Riwo Soromandi. Mereka menuding bahwa mereka telah lama menduduki lahan tersebut sejak tahun 2007 lalu dengan status kelompok mitra dengan kehutanan (KPH).

Salah seorang anggota Poktan So Sorimila, Nurdin, mengatakan pihaknya telah memiliki proposal kemitraan dinas mereka memanfaatkan lahan tersebut untuk menanami pohon tegakan dengan sistim tumpang sari.

Baca :   Dompu Diserang Kasus Anjing Rabies, 192 Orang Jadi Korban

“Kami kelompok Sorimila sudah membuat proposal terkait areal yang kami kuasai itu. Proposal kemitraan sesuai dengan prosedur pemeritah. Tapi sekarang disana banyak warga yang menduduki lahan yang telah lama kami garap sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya saat ditemui usai beraudiensi dengan KPH ARS, Senin (07/10/2019).

Pertemuan dengan KPH ARS, mereka meminta agar kelompok tani yang menyerobot lahan tersebut dipertemukan dengan mereka dan juga aparat penegak hukum serta pihak-pihak terkait.

“Kami minta dipertemukan dengan mereka (poktan penyerobot) supaya masalah ini selesai, kami jelas punya alasan karena kami bermitra dengan KPH. Mereka baru datang dan mengusir kami,” tandasnya.

Baca :   Orang Bima Ngerampok di Dompu, Identitasnya sudah di Kantongi Polisi

Sementara itu, Kepala TU KPH ARS, Muzakir S.HUT., mengatakan pihaknya akan memanggil kelompok tani yang bermasalah dan pihak-pihak terkait untuk bertemu dalam satu forum dengan membicarakan serta menyelesaikan persoalan ini.

“Kami akan panggil semua pihak yang diminta, namun kami belum pastikan waktunya. Yang jelas akan kita panggil sesuai saran dan masukkan dari kelompok tani ini,” ujarnya dalam audiensi.

Sebelumnya, pada Jumat (04/10) lalu, puluhan anggota kelompok tani So Sorimila melakukan pengerusakan asset kantor Kesatuan Pengelola Hutan Ampang Riwo Soromandi (KPH ARS). Aksi tersebut mereka lakukan lantaran tidak adanya pejabat KPH yang menerima pengaduan mereka. (IR7).

BERBAGI