Beranda PUPR Peristiwa Heroik 3 Desember

Peristiwa Heroik 3 Desember

26
Logo Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR )

DOMPU, intirakyat. com – Tanggal 3 Desember merupakan hari yang memiliki “Makna Khusus” bagi warga Departemen Pekerjaan Umum. Karena pada tanggal tersebut lima puluh tujuh tahun yanga lalu terjadi pemutaran bersejarah. Gugur tujuh orang karyawan yang berjuang mempertahankan markas Departemen PU di Kota Bandung yang dikenal sebagai “Gedung Sate”. Peristiwa ini kemudian dikenang dan diperingati sebagai HARI KEBAKTIAN PEKERJAAN UMUM.

Gedung V & W ini berfungsi mati-matian sampai titik darah penghabisan oleh para pemuda / pegawai Departemen PU. Karena mereka sadar, bahwa gedung tersebut pada waktu itu dipergunakan sebagai kantor Pusat Departemen

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan, para pemuda pegawai Departemen Pekerjaan Umum tidak mau ketinggalan dengan pemuda-pemuda lain di kota Bandung. Mereka yang bertugas akan bertanggung jawab akan dapat merintangi dan membebaskan kebebasan yang telah diproklamasikan.

Jiwa dan semangat perjuangan yang menyala-nyala dari para patriot muda ini kemudian dihimpun dan disalurkan dalam bentuk-bentuk yang teratur dalam bentuk organisasi dengan nama gerakan Pemuda PU.

Gedung Sate, telah bergerak dengan gerakan pemuda PU dari tangan Jepang. Kewajiban mereka selanjutnya pada saat itu adalah mempertahankan dan mempertahankan apa yang telah dilakukan dan tidak bisa direbut kembali oleh musuh. Untuk dapat membentuk pertahanan yang khusus, maka gerakan-gerakan pemuda ini akan digunakan sebagai pertahanan, beberapa senjata api dan senjata api lainnya hasil dari tentara Jepang.

Mulanya gerakan pemuda ini hanya dimainkan sam kekuatan lawan. Yaitu tentara Jepang. Namun menjelang akhir bulan September 1945, di Tanah Air ini mulailah dari tentara Sekutu yang katanya ditugaskan untuk menjaga keamanan dan menyelesaikan konflik di Jepang.

Sumpah Setia

Tepatnya tanggal 4 Oktober 1945, kota Bandung dimasuki tentara Sekutu yang di ikuti oleh serdadu Belanda dan NICA. Sejak saat itu suasana kota Bandung menjadi lebih tidak aman. Apakah itu pula gerakan pemuda pejuang harus berhadapan dengan tentara Jepang dan tentara Sekutu, Belanda dan NICA.

Dengan semakin banyak informasi tentang waktu, para pegawai dari Kantor Pusat Dep. PU di bawah pimpinan Menteri Muda Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Ir Pangeran Noor pada tanggal 20 Oktober telah mengangkat Sumpah Setia Kepada Pernerintah Republik Indonesia.

Baca :   Berikut Dampak Pembangunan Bendungan

Hampir setiap hari kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum dikaca oleh tentara Sekutu / Belanda / NICA, akibatnya para pegawai tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan tenang. Oleh karena itu, pada mulanya semua pegawai Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum selama tidak masuk kantor selama kamera belum aman. Hukuman para pegawai yang memang diserahi barang-barang milik negara yang ada di dalamnya. Tugas yang berat ini mereka terima sebagiikasi yang mulia yang akan dilaksanakan dengan taruhan jiwa dan raga.

Terjadinya Peristiwa

Pada tanggal 24 Nopernber 1945, dibagian utara kota, meletus bergulirnya yang hebat. Penduduk sekitarnya banyak yang mengungsi ke kota lain yang keadaannya masih aman.

Waktu itu Gedung Sate oleh Gerakan Pemuda PU yang diperkuat oleh satu Pasukan Badan yang lebih dari 40 orang dengan persenjataan yang sudah selesai.

Namun, bantuan yang diberikan itu tidak lama, pada tanggal 29 Nopember 1945, pasukan tersebut diambil dari Markas Pertahanan Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

Tanggal 3 Desember 1945, jam I 1.00 pagi, waktu itu kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum di Jl. Diponegoro 22 Bandung yang dikenal dengan Gedung Sate itu hanya dipasang oleh 21 orang. Tiba-tiba saja tiba-tiba menyerbukan sepasukan tentara Sekutu / Belanda dengan persenjataan yang berat dan modern. Meskipun demikian petugas yang mempertahankan Gedung Sate ini tidak mau menyerah begitu saja. Mereka menerapkan perlawanan dengan segala kekuatan yang tetap mempertahankan kantor yang akan direbutnya itu.

Mereka dikepung rapat dan diserang dari segala penjuru. Pertempuran yang dahsyat itu memang tidak seimbang. Pertempuran ini baru berakhir pada pukul 14.00 WIB. Di babak tersebut, dari 21 orang pemuda 7 hilang. Satu orang luka-luka berat dan beberapa orang lain luka-luka ringan. Setelah melakukan program-program yang disebut orang yang bernama: Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu dan Soerjono.

Baca :   HUT 73 TNI, Kodim 1614/Dompu dan Dinas Sosial Sambangi LANSIA

Semula memang belum Dilengkapi dengan pasti, dimana jenazah dari ketegak orang orang Yahudi ini berada. Baru pada bulan Agustus 1952 oleh beberapa bekas kawan seperjuangan yang dicarinya di sekitar Gedung Sate, dan hanya ditemukan Ditemukan empat jenazah yang sudah berupa peringatan. Keempat jalan para suhada ini kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasa dari tiga orang lain yang kerangkanya belum ditemukan telah dibuatkan 2 tanda peringatan. Satu bangunan di dalam Gedung Sate dan lain yang berwujud Batu Alam yang besar dengan tulisan nama-nama ketujuh orang-orang yang disebut di belakang halaman Gedung Sate.

Sebelummya, tepatnya pada tanggal 3 Desember 1951 oleh Menteri Pekerjaan Umum pada waktu itu, Ir. Ukar Bratakusuma, ketujuh pemuda pahlawan tersebut sebaliknya dan suasana sebagai “PEMUDA YANG BERJASA” dan tanda penghargaan yang disampaikan pada para keluarga mereka yang ditinggalkan

Hari Bakti

Satu hari menjelang genap Dwi Windu Undang-Undang 3 Desember 1945 tepat tanggal 2 Desember 1961, Menteri Pertama Ir. H. Djuanda (almarhum) telah memberi “Pernyataan Penghargaan” bagi mereka para pemuda yang memutuskan pada tanggal 3 Desember 1945 dalam mempertahankan Gedung yang pertama dari Depertemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia, di Jl. Diponegoro Nomor 22 Bandung. Peristiwa 3 Desember 1945 telah mengambil dalam sejarah perjuangan bangsa, dan promosi perkembangan Pekerjaan Umum pada khususnya.

Peristiwa ini telah mempersembahkan “Sapta Taruna Kesatrianya” keharibaan Ibu Pertiwi. Dan kompetisi korps Pemuda / Pegawai Pekerjaan Umum yang memiliki kesadaran sosial, jiwa kesatuan (Corp-geest), rasa kesetiakawanan (Solidaritas) dan kebanggaan akan tugasnya sebagai abdi masyarakat, khususnya dalam bidang pekerjaan umum.

Peristiwa 3 Desember 1945 akan terus dikenang dan diperingati sebagai Hari Kebaktian Pekerjaan Umum. Saat ini para pegawai Departemen Pekerjaan Umum terus berjuang untuk melanjutkan pengabdian mereka terhadap nusa dan bangsa.

Perjuangan para generasi penerus ini telah diwujudkan dalam pengabdian terhadap negara untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan yang sedang berlangsung saat ini sedang giat dilaksanakan.(ADV***/PUPR)

BERBAGI