Beranda Parlemen Bicara Pansus DPRD Gelar Dialog dengan PT AWB

Pansus DPRD Gelar Dialog dengan PT AWB

210

DOMPU, intirakyat.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Dompu, Selasa (16/7/2019) melakulan dialog dengan jajaran PT. Agro Wahana Bumi (AWB). Hal ini dilakukan sebagai bentuk sikap menindaklanjuti LSM Gerilya Dompu tentang temuan pelanggaran yang diduga dilakukan PT. AWB dalam rezim tebang habis pohon di Gunung Tambora.

Dialog yang berlangsung di kantor PT. AWB wilayah Desa Beringin Jaya, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu ini, dihadiri Ketua Pansus Ikwahyudin AK (fraksi partai PAN) bersama Muhammad Iksan S.Sos (Fraksi partai Nasdem) dan H. Didi Wahyudi SE (Fraksi Partai Gerindra).

Terlihat juga hadir, Direksi PT AWB Dedi Rahmadi, KPH Mukhlis, Babinkantibmas Putu Sumardana, KPH Resor Doroncanga Mirhan Maludin ST, KPH Tambora Abdul Najib ST, Humas PT AWB Jufrin MT SH, Amirudin SE, Ahmad Rifan.

Tidak hanya itu, dalam momentum ini hadir pula, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dompu H Albuhairum, S.Sos, M.Si bersama beberapa orang jajaranya antaralain, Andi Baktiar, Adnan, Ardian dan Yani Harto. Nampak juga hadir Direktur LSM Gerilya Dompu Farid Fadli alias Capunk.

Dalam dialog ini, Pansus menanyakan terkait data potensi PT AWB secara menyeluruh. Pansus juga menyebut, adanya dilema penegakan hukum, dimana dikaitkan dengan kebutuhan ekonomi rakyat Desa Doropeti, dan kurangnya penyuluhan dari pihak PT. AWB, sehingga kebanyakan tidak tahu fungsi dan keberadaan PT. AWB diwilayah Desa Doropeti.

Baca :   Prihatin Anggota Terkena Musibah, Kapolres Dompu "bergerak cepat"

“Kami meminta agar PT AWB memberikan dokumen amdal dan legalitasnya,” ujar Ketua Pansus DPRD Dompu, Ikwahyudin AK.

Ikwahyudin juga menyebut, permasalahan ini akan kami himpun dan PT. AWB harus siap hadir di kantor DPRD.”Nanti kami akan melayangkan surat panggilan,” katanya.

Disela waktu, Direktur LSM Gerilya Dompu, Farid Fadli, mengatakan, masalah yang diangkat oleh pihaknya yakni, mengenai masalah investasi. Dimana kata Dia, PT. AWB dan para pemilik IP hingga saat ini masih bermasalah,

“Awal mula permasalahan PT. AWB berawal dari sistem investasi, dimana hingga saat ini belum terjawab oleh PT. AWB terkait hutang piutang,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Capunk, permasalah lainnya yakni terkait lingkungan hidup, karena PT.AWB sudah merusak mata air di wilayah Kecamatan Pekat yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

“Kami menilai PT. AWB telah melanggar peraturan tentang hutan, kebanyakan PT.AWB melakukan tebang habis di sekitar mata air Kecamtan Pekat. Kami dari Gerilya akan tetap tegas menjaga ekosistem hutan dan ini menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Baca :   Peredaran Narkoba di Dompu, Ini kata Kasat Resnarkoba

Sementara Direksi PT. AWB Dedi, dihadapan pansus mengatakan,
sistem tebang habis dilakukan dengan dua cara. Namun di sejak Tahun 2016 kata Dia, pihaknya menyediakan dan menanam bibit pohon, tapi selalu saja dirusak para pelaku illegal loging.

“Kami telah menanam sebanyak 90 ribu bibit pohon, tetapi semua di hancurkan oleh pelaku ilegal loging,” bebernya.

Mengenai program PT. AWB lanjut Dia, pihaknya memiliki program Pembangkit listrik geo masa dan rencanannya akan dimulai Tahun 2020. “Terkait masyarakat Desa Doropeti, sudah lama kami ingin rangkul agar bersama sama menjadi bagian dari PT. AWB dan menjadi tenaga tetap dalam perusahaan ini ,” kata Dedi.

Mengenai kelengkapan dokumen khususnya legalitas perusahaan PT. AWB, tambah Dedi, pihaknya berjanji akan menyerahkan ke Kantor DPRD.”Secepatnya kami akan penuhi mengenai dokumen yang diminta,” janjinya.

Sebelumnya, dalam dialog ini menghasilkan suatu kesimpulan dan keputusan, bahwa dialog akan kembali di gelar di kantor DPRD pada Bulan Agustus Tahun 2019.(IR3)

BERBAGI