Beranda Pemerintahan PAMHUT BKPH ARS Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Ini Respon DLHK NTB

PAMHUT BKPH ARS Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Ini Respon DLHK NTB

87

DOMPU, intirakyat.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, menyayangkan sikap oknum oknum masyarakat di Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu yang diduga melakukan aksi pneganiyaan
terhadap salah seorang pertugas Pengamanan Hutan (Pamhut) Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Ampang Riwo Soromandi (BKPH ARS) di wilayah Kabupaten Dompu.

“Kami di Dinas LHK NTB, menyayangkan sikap oknum oknum masyarakat yang melakukan dugaan penganiyaan terhadap petugas pamhut BKPH ARS (Irham Ramdhan SP, red),” ujar Kepala Bidang Perlindungan Hutan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK NTB, Mursal SP M.Si, Rabu (24/4/2019).

Mursal menyebut, berdasarkan informasi kejadian penganiayaan tersebut terjadi Senin (22/42019). Saat itu, korban melaksanakan tugasnya dalam hal melakukan pegawasan di lokasi kawasan hutan (tutupan negara) di wilayah Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

“Saat itu petugas kami (Irham Ramdhan SP, red) melihat aktivitas oknum oknum masyarakat yang saat itu sedang diduga melakukan pembabatan hutan di lokasi Desa Madaprama setempat,” katanya.

Melihat adanya aktivitas pelanggaran itu lanjut Mursal, Irham Ramdhan pun langsung melakukan pengambilan atau mendokumentasikan kegiatan tersebut. Namun apa yang dilakukan oleh Irham Ramdhan, mendapat respon tidak baik dari oknum masyarakat yang ada di lokasi setempat, sehingga Irham Ramdhan diduga dianiaya.

“Padahal saat itu petugas kami sedang melaksanakan tugasnya dalam ahl menghimbau kepada masyarakat yang ada di lokasi setempat agar tidak merusak dan menguasai kawasan hutan. Namun sayangnya, petugas kami malah diduga dianiaya oleh oknum masyarakat,” ungkapnya.

Baca :   Efek Pindah Kantor, Pelayanan Dukcapil Terhambat

Disinggung mengenai sikap oknum oknum masyarakat Desa Madaprama yang diduga melakukan pembatatan hutan di wilayah setempat ? kata Mursal, tidak bisa masyarakat memanfaatkan hutan secara sembarangan tanpa berkoordinasi dengan KPH dan DLHK NTB yang memang diberikan kewenangan mengenai hutan.

“Pemanfaatan hutan itu berdalih untuk kesejateraan masyarakat setempat. Tapi persoalanya itu, tidak bisa orang itu (masyarakat) membuat aturannya sendiri. Karena peta kawasan hutan itu sudah ada dan lokaso itu merupakan kawasan hutan lindung,” katanya.

Kalau ada pihak yang mengatakan bahwa lokasi hutan itu milik masyarakat setempat lanjut Mursal, itu salah besar, sebab dalam kehidupan masyarakat ada pemerintahan yang didalamnya memiliki aturan yang harus dipatuhi.”Dilokasi itu masuk dalam kawasan (hutan) jadi tidak boleh semaunya untuk menguasai,” jelasnya.

Seharusnya sambung Mursal, masyarakat harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan KPH dan DLHK NTB. Sebab kata Dia, pemanfaatan hutan itu ada aturan dan mekanisme yang tertuang dalam undang undang kehutanan.

“Pemanfaatan hutan ada mekanismenya terutama dalam program kemitraan. Jadi tidak boleh sembarangan mengusai hutan,” terangnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dilangsir dari Media Online Lensa Bima, Senin (22/4/2019) menyebutkan, kejadian dugaan penganiyaan yang menimpa petugas Pamhut BKPH ARS (Irham Ramdhan SP,red) terjadi, Senin (22/4/2019) di lokasi hutan ARS Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Baca :   Ini Himbauan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Saat itu, korban diduga dikeroyok beberapa orang Orang Tidak Dikenal (OTK) pada saat korban bersama rekan kerjanya melaksanakan tugas untuk melakukan sosialisasi guna melarang masyarakat yang sedang melakukan penebangan pohon di pertigaan (hutan) Desa Madaparama setempat.

Dan saat itu, korban sempat merekam aktivitas pengerusakan hutan dengan menggunakan telepon seluler (hp). Namun oleh oknum oknum masyarakat (otk) tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh korban.

Akibatnya, sempat terjadi percekcokan antara korban dan beberapa orang terduga pelaku, sehingga terduga pelaku merampas handphone milik korban dan membantingnya. Korbanpun melarikan diri menuju sepeda motor guna melarikan diri dari amukan oknum – oknum masyarakat.

Tapi naasnya, beberapa orang terduga pelaku berhasil mengejar korban dan melakukan pengeroyokan (penganiyaan) terhadap korban. Akibat kejadian ini korban dilarikan atau dibawa ke RSUD Dompu karena karena mengalami luka serius pada bagian muka, leher dan mata akibat penganiyaan tersebut.

Masih menurut informasi, merasa tidak terima dengan penganiyaan yang dialami korban, akhirnya keluarga korban melaporkan secara resmi kasus ini kepada pihak penegak hukum.(IR3)

BERBAGI