Beranda Diskomminfo Optimis, Angka Kemiskinan Dompu 2021 Bisa 9.5 Persen

Optimis, Angka Kemiskinan Dompu 2021 Bisa 9.5 Persen

54
Kabid Sosbud Bappeda Litbang Kabupaten Dompu, Jufrin, ST, MS.

DOMPU, INTI RAKYAT – Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu optimis mampu meraih angka 9,5 persen penurunan angka kemiskinan hingga pada tahun 2021 nanti. Itu sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2015-2021. Lebih-lebih, saat ini Kabupaten Dompu meraih penghargaan dalam kategori akselerasi penurunan angka kemiskinan selama lima tahun terakhir (2013-2017).

Untuk mencapai angka 9,5 persen, Pemda Dompu melalui Bappeda Litbang akan tetap melakukan koordinasi lintas sektoral yang sesuai dengan indikator seperti Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi. Ditambah lagi, arah perencanaan ini harus sesuai dan mengacu kepada RPJMD 2015-2021.

“Misalkan persoalan jamban kelurga. Kami dari Sosbud itu, ada data by name by addres kerjasama dengan Plan Internasional untuk melakukan pendataan siapa saja msyarakat kita itu yang belum punca WC. jadi arah intervensi nya itu disitu. Bukan saja dana APBD, akan tetapi dana ADD dan DD yang bisa menjawab persoalan ini,” ungkap Kabid Sosbud Bappeda Litbang Kabupaten Dompu, Jufrin, ST, MS.

Baca :   HUT ke73 TNI, Suarakan Solidaritas TNI, Polri dan Pemerintah

Pada sektor pendidikan, akan dilihat faktornya seperti lamanya usia sekolah, kemudian presentasi masyarakat yang mengenyam pendidikan itu bagaimana dan seperti apa. Bahkan di dalam indikator RPJMD. Sehingga akan ditekan dan sesuai target. Begitu juga ada sektor pendidikan yang faktornya telah ditentukan seperti angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan angka pesakitan.

“Semua itu jelas dalam RPJMD kita 2015-2021,” jelasnya.

Sementara itu, yang menjadi momok dan penyumbang angka kemiskinan do Dompu adalah masalah Stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia dua tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Bahaya dari pada stunting ini adalah dimana otak si anak sulit untuk berkembang dan tubuhnya sulit untuk tumbuh.

Baca :   HUT Ke 73 RI, Pemda Gelar Upacara Peringatan

Ditambah lagi, akibat persoalan stunting ini, Kabupaten Dompu adalah salah satu Kabupaten dari 100 kabupaten Kota di Indonesia yang mengalami masalah stunting.

“Kami tetap melakukan koordinasi dengan Dikes, BPPKB Kades dan Camat. untuk menuntaskan persoalan2 stanting yang ada di Kabupaten Dompu. Karena Kabupaten Dompu masuk dalam 100 Kabupaten Kota se indonesia yang harus ditangani khusus yang berkaitan dengan Stunting. Jadi ada 1000 desa kelurahan, 10 desa nya itu ada di Kabupaten Dompu,” terangnya.

Karena masuk sebagai indikator kemiskinan. Penuntasan kemiskinan ksususnya stunting ini merupakan kerja keroyok dari beberaa instansi terkait. “Bukan hanya kerjaan dari BPMPD, Dikes, Dikpora tapi ini adalah kerja bareng,” ujarnya. (ADV/Kominfo)

BERBAGI