Beranda Hukum Operasi Zebra Gatarin, Kesadaran Pengendara Masih Minim?

Operasi Zebra Gatarin, Kesadaran Pengendara Masih Minim?

15

DOMPU, intirakyat.com – Kesadaran para pengendara di Kabupaten Dompu, untuk melengkapi surat surat kendaraan terutama SNTK dan SIM dalam berkendara, masih sangat minim. Hal ini terungkap berdasarkan hasil kegiatan Operasi Zebra Gatarin yang digelar oleh Sat Lantas Polres Dompu, sejak Tanggal 23 Oktober Tahun 2019.

“Dari hasil operasi zebra gatarin yang kami lakukan sampai hari ini, kesadaran para pengendara masih sangat minim,” ungkap Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Dompu, Iptu I Wayan Sukarna SH, saat diwawancarai di ruang kerjanya (Kantor Sat Lantas), Sabtu (2/11/2019).

Dikatakan Wayan, kondisi ini menunjukan para pengendara belum sadar dan tanggap terhadap aturan dalam berkendara. Padahal kata Dia, di dalam aturan bekendara sudah jelas mengatakan bahwa pengendara harus melengkapi surat surat kendaraan dan lainnya.”Inilah kondisi yang terjadi di Dompu sampai saat ini,” katanya.

Baca :   Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Periksa Sarpras

Ditanya mengenai Operasi Zebra Gatarin? kata Wayan, sampai dengan operasi kemarin malam (1/11/2019) pihaknya menjaring sebanyak 1000 kendaraan yang diberikan sangsi tilang dan sebanyak 232 kendaraan diberikan sangsi teguran.”Kendaraan yang terjaring ini didominasi roda dua (motor),” jelasnya.

Ditambahkan Wayan, bentuk pelanggarannya juga di dominasi tidak adanya STNK dan SIM serta kelengkapan lainnya saat berkendara . Dan hal ini kata Dia, rata rata terjadi terhadap para pengendara yang usianya dewasa.

Mengenai mekanisme sangsi yang diberikan bagi para pengenara yang terjaring, apabila tidak membawa STNK, maka pihaknya akan menahan SIM pengendara. Tapi kalau STNK dan SIM tidak dibawa, tentu yang ditahan itu adalah kendaraannya.

”Kami Sat Lantas tetap tegas dan tidak akan mengeluarkan jaminan (SIM, STNK dan Motor) yang ditahan apabila semuanya tidak dilengkapi. Ketegasan ini sesuai dengan aturan ada,” terang Wayan.

Baca :   Cerai Gugat Dominasi Angka Perkara di PA Dompu

Selain motor sambung Wayan, dalam kegiatan operasi, pihaknya menjaring beberapa unit kendaraan roda empat (mobil), bahkan Mobis Dinas (Modis). Hanya saja, untuk kendaraan ini hanya diberikan sangsi teguran dengan menyarakan agar memakai sabuk pengaman saat bekendara.

”Terkadang ketika kami menegur pengendara mobil untuk memakai sabuk pengaman mendapat respon yang tidak baik. Padahal ini menyangkut keselamatan mereka masing masing,” ungkapnya lagi.

Terlepas dari hal itu, Wayan menghibau kepada seluruh pengendara agar melengkapi surat surat kendaraan. Terutama memakai alat pelindung kepala (helem) saat berkendara.

”Apa yang kami lakukan ini bukan untuk kepentingan kami. Tapi untuk menjaga keselamatan para pengendaraan saat berkendara. Jadi marilah kita mentaati peraturan lalu lintas,” Ajaknya.(IR3)

BERBAGI