Beranda Pertanian Musim Hujan, Petani Nekat Tanam Bawang ?

Musim Hujan, Petani Nekat Tanam Bawang ?

36

DOMPU, intirakyat.com – Meski curah hujan mulai tinggi, petani di Desa Malaju, Kecamatan Kilo nekat menanam bawang merah. Sikap nekat para petani ini disertai dengan harapan harga bawang nanti melambung.

“Kita coba spekulasi, karena harga bawang saat musim hujan biasanya tinggi di pasaran,” kata Fariadin, petani bawang Dusun Patula Desa Malaju.

Menanam bawang di musim hujan kata dia, antara untung dan rugi. Karena di musim hujan tanaman bawang rentan terserang hama penyakit. Selain hama ulat, hujan juga menyebabkan daun bawang mudah berjamur dan layu.

“Tanaman bawang yang diairi sendiri sama diairi hujan berbeda pertumbuhannya. Kalau diari hujan itu warna daunnya kurang kehijauan,” kata Din sapaan akrab petani itu.

Baca :   Bukti Kontribusi untuk Daerah, PT. SMS Kembali Berikan Beasiswa Untuk Masyarakat Dompu

Selain itu, juga akan mempengaruhi berat biji bawang saat panen nanti. Biasanya kata dia, berat bawang akan kurang dari 50 persen dari hasil panen musim kemarau. Misalnya, dari hasil sebelumnya 3 ton jadi 1,5 ton.

“Walaupun hasil panen kurang, tapi kita untungnya di harga. Kalau harga bawang di pasaran Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram, kita sudah cukup untung,” akunya.

Menanam bawang di musim hujan bukan pertama kali ia lakukan. Dari penjualan hasil panen tahun lalu, diperoleh sebesar Rp 62 juta.

“Tahun lalu harga bawang Rp 2.800 perkilogram. Mudah-mudahan kali ini harganya lebih tinggi lagi,” harapnya.

Baca :   PANGDAM IX/UDAYANA dan DANREM 162/WB Ikut Panen Raya Jagung di Desa Suka Damai

Sementara itu Petani lain, Mukhsin mengaku, menanam bawang di musim hujan tidak semua petani berani. Sebab kata dia, risiko gagal panen cukup besar, mengingat tanaman bawang sangat rapuh jika terendam air huja.

“Tidak semua petani menanam bawang, ada juga yang beralih padi padi dan lainnya,” kata dia.

Menurut dia, menanam bawang di musim hujan butuh modal besar. Bahkan modal yang dikeluarkan petani bawang bisa dua kali lipat dibandingkan saat musim kemarau.

“Satu kali perawatan itu bisa menghabiskan Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu,” pungkasnya.(IR3)

BERBAGI