Beranda Parlemen Bicara Meningkatkan Populasi Ternak Sapi Potong

Meningkatkan Populasi Ternak Sapi Potong

39
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan (Disnatwan) Kabupaten Dompu Drh. Mujahidin.

DOMPU,intirakyat.com – Program utama Kementerian Pertanian yang terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak berbasis sumberdaya domestik khususnya ternak sapi potong.Pada tahun 2014 Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) bertujuan untuk mengingkatkan kualitas populasi sapi potong menjadi 14,2 juta ekor dengan rata rata pertumbuhan 12,48%.
Untuk meningkatkan populasi dapat dilakukan melalui sistem perkawinan secara Inseminasi Kawin Alam (INKA) dan Inseminasi Buatan (IB). Kuncinya keberhasilannya, peternak perlu pengamatan yang intens dan kecermatan pemilik ternak untuk mengamati tanda-tanda birahi pada ternaknya
“Langkah-langkah yang perlu dilakukan dengan screening atau seleksi sapi induk dan aplikasi hormon PGF2α yaitu estron 250 pg dengan dosis pemberian 5 ml/ekor. Hormon PGF2α diaplikasikan dengan cara disuntikkan di tubuh sapi betina dengan target organ Corpus Luteum (CL),” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Zainal Arifi, M.Si pada media ini.

Baca :   Bulan Ramadhan, Ini Perubahan Jam Kerja ASN

Dikatakanya, penggunaan PGF2α akan melisiskan (menghancurkan) CL sehingga menyebabkan perkembangan folikuler, menimbulkan gejala birahi, dan ovulasi pada induk sapi. Satu sampai tiga hari setelah diberi perlakuan hormon, induk sapi akan menunjukkan gejala birahi.
“6 sampai 24 jam setelah timbulnya birahi, induk sapi bisa dikawinkan dengan cara INKA maupun IB. 60 hari setelah perkawinan secara INKA atau IB, deteksi kebuntingan,” jelasnya (Adv***)

BERBAGI