Beranda Sosial Budaya Memahami Buah Hati, Ini Masukan Bupati

Memahami Buah Hati, Ini Masukan Bupati

57

DOMPU, intirakyat.com – Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, melalui Humas dan Protokol (Humas Pro) Setda Dompu, belum lama ini menyampaikan bagaimana memahami buah hati yang sedang tumbuh menjadi sosok remaja.

Menurut Bupati, para orang tua yang ada dirumah dapat memahami buah hatinya yang sedang tumbuh kembang menjadi sosok remaja, sehingga para remajanya dapat mengalami tumbuh dan kembang dengan baik dan terarah.

Pemahaman yang baik dari para orang tua tentang apa yang sedang dirasakan atau dialami oleh buah hatinya yang sedang tumbuh remaja bermakna penting serta memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan remaja itu sendiri, baik secara fisik, kognitif, emosi, sosial dan psikososialnya.

Adanya pemahaman yang salah dari para orang tua atau lingkungan terhadap pola perkembangan yang sedang dialami remaja, akan berdampak negatif bagi perkembangan remaja itu sendiri.

“Seharusnya aspek-aspek penting dari tumbuh dan kembang remaja, dapat dipahami dengan baik oleh orang tua atau lingkungan, ketidakmampuan orang tua atau lingkungan dalam memahami aspek penting dari tumbuh dan kembang remaja, membuat berbagai aspek penting dalam diri remaja tidak dapat berkembang semestinya. Bahkan karena ketidak pahamaman tersebut, menyebabkan anak remaja tidak respek pada orang tua atau lingkungannya,” ujarnya.

Baca :   Tarian Kolosal Tradisional, Modern, Biola dan Gantau, Warnai Malam Festival Budaya

Sebaliknya lanjut Bupati, adanya kepahaman yang baik dan positif dari orang tua terhadap remaja yang sedang mengalami tumbuh kembang, tidak hanya akan mempengaruhi berbagai aspek penting dalam diri remaja bisa tumbuh dan kembang secara maksimal, namun juga remaja akan respek dengan orang tua dan lingkungan yang ada, sehingga remaja pun dalam berbagai hal akan sangat koperatif dengan orang tua dan lingkungannya.

Bupati menyebut, hal-hal penting yang perlu dipahami oleh para orang tua dan lingkungan pada anak remaja yang sedang tumbuh dan berkembang antaralain, aspek fisik. Pada aspek ini, terlihat perkembangan organ-organ fisik atau tubuh remaja berkembang secara pesat namun tidak disertai dengan kematangan perkembangan emosi, sehingga remaja nampak sebagai sosok yang labil.

Aspek Kognitif, perkembangan intelektual seorang remaja pada tahap ini hendaknya dapat dipantau dan diperhatikan dengan baik oleh orang tua dan lingkungan, dengan pemberian stimulasi yang tepat, sehingga remaja dapat mengembangkan diri sesuai arah minat, bakat dan kemampuannya.

Baca :   PT SMS Tingkatkan Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Aspek Emosi, pada aspek ini pun, bagaimana anak remaja dapat dibantu untuk mengembangkan kesadaran dirinya yang searah atau sejalan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada. Remaja bisa belajar memahami emosinya serta dapat mengendalikan emosinya dengan baik.

Kemudian aspek Sosial, sebagai makhluk sosial, remaja tidak dapat menghindarkan diri untuk berinteraksi dengan orang lain, oleh karenanya untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, remaja harus dapat dibina, dibimbing, dan diarahkan untuk dapat memahami norma-norma sosial yang ada dimasyarakat, dapat menyesuaikan diri dengannya sehingga interaksi sosial remaja dapat berlangsung secara sehat dan terarah.

Aspek Moral, pemahaman akan nilai atauran, baik dan salah, benar atau tidak benar, hendaknya dapat difasilitasi dengan baik oleh orang tua dan lingkungan yang ada, sehingga dengan demikian remaja akan memiliki nilai moral atau kesadaran akan aturan yang baik.

“Dan aspek Psikososial, ada aspek ini, remaja dituntut untuk dapat menjaga privasi diri dan dapat menghargai privasi orang lain,” papar Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M.Yasin. (IR3)

BERBAGI