Beranda Parlemen Bicara Masalah Air Bersih, Ini Penjelasan DPRD

Masalah Air Bersih, Ini Penjelasan DPRD

152

DOMPU, intirakyat.com – Masalah ketidakketersediaan air bersih kerap menjadi persoalan yang dialami oleh masyatakat di Kabupaten Dompu khususnya masyarakat Kecamatan Woja. Bahkan kondisi ini, menimbulkan berbagai reaksi dari para warga yang melakukan aksi unjukrasa dan penutupan jalan negara.

Hal ini pun, menimbulkan rasa prihatin wakil rakyat untuk mempertanyakan sikap serius dari pemerintah terutama PDAM Dompu dalam menyalurkan air bersih untuk kebutuhan masyarakat.”Kami di DPRD tidak tinggal diam atas kesedihan yang dialami oleh warga mengenai minimnya ketersediaan air bersih,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Dompu, Muhammad Ikhsan S.Sos, saat diwawancarai wartawan ini melalui saluran telepon, Senin (18/3/2019).

Ikhsan menyebut, persoalan minimnya ketersediaan air bersih sudah menjadi agenda utama yang dibahas sejak dulu oleh DPRD dan Pemerintah. Bahkan kata Dia, hasilnya terbukti bahwa di Tahun 2019 ini pemerintah daerah sudah mengalokasi anggaran senilai RP 35 Miliar untuk penanganan persoalan air bersih tersebut.

Baca :   DPRD ‘serap’ Aspirasi 118 Orang Mantan CPNS K2 Dompu

“Jadi kami minta masyarakat agar bersabar dan memberikan waktu kepada pemerintah dan pihak lainnya untuk menuntaskan berbagai persoalan mengenai minimnya ketersediaan air bersih untuk masyarakat,” katanya.

Sepengetahuan Ikhsan, besaran anggaran senilai RP 35 Miliar ini, diperuntukan untuk perbaikan fasilitas sarana penyalur air bersih dan sarana lainnya, agar terciptanya peningkatan pelayanan penyaluran air bersih untuk masyarakat.”Semoga dengan adanya berbagai langkah penanganan ini, semoga tidak ada lagi masalah minimnya ketersediaan air bersih yang muncul di daerah ini,” pintanya.

Tidak hanya itu laniut Ikhsan, masalah minimnya ketersediaan air bersih ini, tidak hanya mendapat respon dari pemerintah daerah, akan tetapi juga direspon oleh pemerintah propinsi dan pusat.

“Tahun 2019 ini sudah ada program Water Treatment Plant (WTP). Program ini menyediakan air bersih untuk masyarakat Kecamatan Woja dan Dompu sekitarnya. Dan ada ada juga program Penyediaan Air Minun Masyakat (pesimas). Ini membuktikan adanya keseriusan pemerintah dalam menanganan persoalan air bersih,” paparnya.

Baca :   Angka Kemiskinan Dimata Komisi III ?

Disinggung apa penyebab sehingga Dompu kerap kali mengalami masalah krisis air bersih..? Kata Ikhsan, hal itu terjadi karena minimnya penganggaran atau biaya untuk mengantisi masalah tersebut. Bahkan kata Dia, karena pengaruh cuaca extrim (musim hujan) atau banjir, sehingga selain mengakibatkan air menjadi keruh, juga membuat fasilitas seperti pipa penyalur air rusak dan bocor.”Hal hal seperti itulah yang menyebabkan Dompu kerap kali mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu sambung Ihksan, meminta kepada PDAM agar lebih memaksimalkan pelayanannya dalam menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Termasuk meningkatkan mutu pelayanan demi terciptannya kelancaran dalam menyediakan air bersih.”Semoga kedepan setelah semua penanganan dan pembangunan sarana air bersih ini tuntas, masalah krisis air bersih tidak terjadi lagi di Kabupaten Dompu,” harapnya.(IR3)

BERBAGI