Beranda Politik KPU Dompu Gelar Sosialisasi Tahapan Pemilu Tahun 2019 di Kampus STKIP Yapis...

KPU Dompu Gelar Sosialisasi Tahapan Pemilu Tahun 2019 di Kampus STKIP Yapis Dompu

43

DOMPU, intirakyat.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu, Sabtu (9/2/2019) menggelar kegiatan sosialisasi tahapan pemilu Tahun 2019.

Acara yang berlangsung di kampus STKIP Yapis Dompu dipimpin Devisi Teknis KPU Dompu Agus Setiawan,Devisi Data KPU Dompu Sri Rahmawati, Kasubag Teknis dan Staf KPU Dompu Muhammad Yamin yang didampingi oleh dua orang staf KPU Dompu. Hadir pula dalam acara ini jajaran mahasiswa STKIP Dompu.

Devisi Teknis KPU Dompu, Agus Setiawan mengatakan, Sosialisasi ini bertujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih.”Saat ini KPU Dompu menargetkan tingkat partisipasi masyarakat (pemilih) 85 persen,” ujar Agus, saat diwawancarai wartawan ini usai acara sosialisasi tahapan pemilu Tahun 2019 yang berlangsung di kampus STKIP Yapis Dompu.

Disamping meningkatkan kuatitas partisipasi kata Agus, KPU Dompu ingin meningkatkan dari segi kualitas, jadi akan linier antara kuantitas dengan kualitas dari proses pemilu dan demokrasi tersebut. Pemilu 2019 ini adalah pemilu yang paling rumit, dasar itu pihaknya selaku KPU ingin memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat.

Baca :   Tingkatkan Kinerja PPK dan PPS, KPU Gelar Rapat Koordinasi Supervisi dan Monitoring

“Termasuk Mahasiswa karena kampus adalah cikal bakalnya sebab mahasiswa memiliki jumlah yang cukup banyak dan sangat berpengaruh di dalam kehidupan masyarakat. Kami KPU Dompu berharap bisa kepada mahasiswa bisa menjadi agen guna memberikan masukan kepada masyarakat mengenai pemilu 2019,” harapnya.

Disinggung penyampaian mengenai masalah kotak suara yang berbahan kardus seperti yang disampaikan dalam sosialisasi itu, lanjut Agus, itu tidak berpengaruh dalam pemilu Tahun 2019, karena kotak berbahan kardus itu bukan seperti kardus biasa atau kardus minuman dalam kemasan gelas dan botol.

Baca :   MUI dan Masyarakat O’o Deklarasi Tolak Penggunaan Masjid Sebagai Tempat Kampanye

“Kotak suara itu berbahan dobpleks yang kedap air. Tapi pada intinya, proses perhitungan suara di tingkat TPS dan lainnya nanti, itu ada mekanisme serta aturan yang ada. Bahkan diawasi secara langsung oleh pihak pihak terkait termasuk kepolisian,” jelasnya.

Disinggung mengenai pemilih katagori gila (gangguan kejiwaan) seperti yang juga disampaikan dan dibahas dalam sosialisasi itu, tambah Agus, pemilih dengan katagori gangguan kejiwaan itu tidak ada di Kabupaten Dompu.

“Yang namanya orang gila tidak boleh menjadi pemilih atau memberikan hak suaranya dalam pemilu Tahun 2019. Karena katagori pemilih itu ada kreterianya termasuk tidak mengalami gangguan kejiwaan. Tapi untuk menentukan orang memiliki gangguan jiwa, itu tergantung dari pemeriksaan pihak kesehatan yakni dokter yang menyatakan gila atau tidaknya seseorang,” terangnya.(IR3)

BERBAGI