Beranda Hukum Korban Hamil Diluar Nikah Ungkap Prilaku “Bejat” Oknum ASN Dompu

Korban Hamil Diluar Nikah Ungkap Prilaku “Bejat” Oknum ASN Dompu

110

DOMPU,intirakyat.com – Seorang perempuan korban hamil diluar nikah, Nurhayati (41 tahun) warga Desa Dore Bara selatan Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu, membeberkan ke publik terkait prilaku bejat oknum ASN yang bekerja di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dompu yang berinisial SY. Kepada wartawan Nurhayati mengaku disetubuhi SY hingga hamil alias berbadan dua, namun sayangnya SY sampai saat ini enggan mempertanggungjawabkan perbuatanya untuk menikahi korban.

Seperti apa kisah awal asmara Nurhayati dan SY, mari kita simak pengakuan NI kepada wartawan…?

Nurhayati menceritakan, sejak duduk di bangku kelas I SMP, NI dibesarkan dan tinggal serumah dengan SY beserta istri pertamanya. Sejak itu Nurhayati dibesarkan hingga dewasa, sampai menikah dengan lelaki yang sudah menjadi jodohnya.” Saya adalah adik sepupu satu dari istri pertamanya SY dan saya sudah lama tinggal serumah dengan mereka. Setelah menikah (berkeluarga) akhirnya sayapun tinggal dengan suami saya,” ujarnya

Seiring berjalanya waktu rumah tangga Nurhayati dengan suaminya mengalami masalah. Sehingga mengakibatkan hubungan keduanya tidak harmonis lagi (cerai,Red). Dan sejak itu Nurhayati pun menyandang status Janda.” ketika semua proses perceraian saya dengan suami tuntas dan resmi berpisah. Saya langsung diminta kembali sama Kaka sepupu (istri SY)  untuk kembali tinggal satu rumah dengan mereka.Ajakan itu langsung saya indahkan,” jelasnya

Setelah sekian lama Nurhayati kembali tinggal serumah dengan mereka, lambat laun akhirnya rumah tangga SY dan  istri pertamanya (kk sepupu Nurhayati) sedikit tidak harmonis. Dan mengakibatkan keduanya pisah ranjang (tinggal serumah tapi tidak tidur dalam satu kamar).” Saya tidak tahu, entah apa penyebabnya sehingga hubungan rumah tangga mereka tidak harmonis,” terangnya.

Karena munculnya ketidak harmonisasi rumah tangga mereka kata Nurhayati, sikap dan prilaku SY mulai berubah. Hal itu terbukti terlihat pada  saat istrinya (kakanya Nurhayati) hendak pergi ke kantor untuk bekerja.

Saat itulah, SY mulai menjalankan aksinya dengan memaksa dan merayu Nurhayati untuk memenuhi nafsu birahinya sambil berdalih bahwa istirinya sudah tidak lagi mau semenjak melayani dia semenjak pisah ranjang.

” SY tiba – tiba menarik tangan saya dan memaksa saya untuk memenuhi nafsu birahinya. Saat itu saya langsung berlari menuju ruangan dapur dirumah tersebut. Namun usaha  SY tidak berakhir disitu. Dia terus memaksa dan merayu hingga sayapun akhirnya  tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hubungan badanpun terjadi,” ungkapnya.

Baca :   Workout Routine for Big Forearms and a Crushing Grip

Keeseokan harinya lanjut Nurhayati, hubungan badan layaknya suami istri tersebut kembali dilakukan SY dan Nurhayati. Bahkan hal itu dilakukan beberapa kali hingga mengakibatkan Nurhayati hamil (berbadan dua). Namun ironisnya pada saat Nurhayati diketahui hamil dan mengadung anak dari hasil  berhubungan badan tersebut, SY terlihat menunjukan sikap tidak mau bertanggung jawab terhadap kehamilan Nurhayati.

” Setelah SY mengetahui saya hamil. Dia langsung menyuruh saya untuk mengugurkan anak yang saya kandung. Namun saat itu saya tidak mau  mengindakan apa yang menjadi keinginan dia. Karena saya bersih keras tidak mau melakukan perbuatan seperti itu, akhinya dia berjanji akan menikahi saya. Tapi ternyata janji SY sampai hari ini tidak ditepati sampai  umur kadungan saya sudah masuk 5 bulan,”ungkapnya lagi.

Karena merasa tidak ada rasa tanggung jawab dan respon dari SY, kata Nurhayati, dirinya dan keluarganya saat itu langsung menentukan sikap untuk melaporkan SY kepada pihak atasanya dalam hal ini Bupati Dompu Drs H Bambang M yasin.” Dari pada saya harus menanggung malu sendiri. Akhirnya, sejak tahun 2014 kemarin melaporkan dia ke Bupati,” kata Nurhayati sembari terlihat sedih dan menagis mengingat kejadian masa lalu yang menimpanya tersebut.

Nurhayati Melahirkan dan Sendirian Membesarkan Anaknya..?

Nurhayati mengaku empat tahun menanggung dan membesarkan sendiri anaknya dari hasil hubungan di luar nikah dengan SY.
Bahkan sampai saat ini SY tidak mau bertanggungjawab.”Sampai saat ini SY bersih keras tidak mau bertanggungjawab atas apa yang telah dia lakukan terhadap saya,” ungkapnya.

Merasa tidak adanya keadilan, akhirnya Nurhayati, secara resmi melaporkan SY ke Kepolisian Resor (Polres) Dompu. Bahkan kini kasus tersebut juga digiring ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

SY dinilai telah mengabaikan hak-hak perempuan dan anak hasil hubungan terlarangnya di luar nikah tanpa mau bertanggung jawab. Laporan berkaitan dengan kasus tersebut di Polres Dompu teregistrasi dengan nomor LP/354/IV/NTB/Res.Dompu.”Saya sudah melaporkan SY ke Polres dan DP3A Dompu. Hal ini saya lakukan karena hingga kini SY tak kunjung mau bertanggung jawab meskipun telah sudah ada kesepakatan untuk menikahinya,” jelasnya.

Baca :   Imbas Kasus CPNS K2 “Jalan ditempat” Dompu Diwarnai Unras

Nurhayati berharap pihak kepolisian serta instansi yang mengurus masalah perempuan dan anak dapat  memproses laporannya sesuai ketentuan Undang-Undang berkaitan.“Pada siapa lagi kami tempat bernaung, pada siapa lagi kami membutuhkan bantuan, kalau bukan kepolisian,” ujarnya.

Diungkapkannya, hingga kini SY belum mau mengakui sang anak yang telah tumbuh empat tahun hasil garapannya. Bahkan buntut dari hal tersebut SY juga belum pernah menafkahi anaknya maupun dirinya.

Bagiaman tanggapan Pemda Dompu…?

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, H Agus Bukhari SH. M.Si, mengatakan, bahwa jika benar SY terbukti melakukan tindakan amoral itu (melanggar kode etik ASN), maka yang bersangkutan (SY,Red) dapat dipecat. Sebab kata Dia, sesuai regulasi atau Peraturan Pemerintah berkaitan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki sejumlah kode etik. Di antaranya menjaga citra dan perilaku sebagai aparatur sipil negara.

Hal tersebut juga berlaku dalam kasus dugaan amoral yang melibatkan SY, oknum pegawai di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu.“Pegawai itu kalau melakukan keselahan direkomendasikan Inspektorat lalu dijatuhi hukuman sanksi ringan, sedang dan berat bahkan bisa dipecat,” ujar Agus.

Diakui Agus, dirinya sampai saat ini belum membaca Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berkaitan kasus S, oknum ASN BPKAD tersebut.“Jujur saja, saya belum pernah membaca isi LHP-nya termasuk hasilnya seperti apa. Kalau teknis-teknisnya itu Badan Kepegawaian Daerah  yang simpan berkasnya,” jelasnya.

Tapi pada intinya Agus menegaskan, apabila oknum ASN itu,  terbukti melakukan perbuatan yang melanggar kode etik, maka SY dapat dipecat tanpa terhormat.
“Pegawai itu adalah sosok yang jadi tauladan kalau dia melakukan tindakan-tindakan seperti itu pasti dikenakan sanksi administratif dengan tingkat hukuman disiplin berat.  Kalau dia pejabat maka dibebaskan dari jabatannya bahkan sampai diberhentikan tidak terhormat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Dompu, H Soehartomo, S.KM, MPPM, kepada wartawan membenarkan adanya LHP oknum ASN itu. Dan LHP itu kata Dia, sudah diserahkan ke BKD pada tahun 2017 lalu.“Hasil LHP SY kami sudah serahkan pada BKD tahun 2017 kemarin, kemudian pihak BKD yang melakukan eksekusinya,” terangnya.

Sampai berita ini di Publis, Oknum ASN Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dompu, SY (nama inisial) belum berhasil diwawancarai, guna untuk perimbangan pemberitaan.(IR3)

BERBAGI