Beranda Politik Ketua Partai Nasdem Dompu Jelaskan Soal Mahar?

Ketua Partai Nasdem Dompu Jelaskan Soal Mahar?

69

DOMPU, intirakyat.com – Menyambut pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 di Kabupaten Dompu, Ketua DPD Partai Nasdem Dompu, Suryanto Taufik alias Baba Liang, dengan tegas menyatakan kalau partainya tidak ada kata istilah meminta mahar.

Jangankan mahar, proses pengambilan formulir pendaftaran atau pendaftaran diri bagi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu, tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Saya tegaskan di partai kami (Nasdem) itu tidak ada kata Mahar. Kalau ada isu yang mengatakan, bahwa pihaknya meminta mahar, itu tidak benar,” ujar Baba Liang, saat diwawancarai wartawan ini, Senin (4/11/2019).

Menurut Baba Liang, isu soal mahar itu mungkin miskomunikasi saja, sehingga publik mengisukan bahwa pihaknya meminta mahar.

”Mungkin pada saat kami mendengarkan penajaman visi misi dari para bakal calon kemarin, kami sempat menanyakan kepada mereka kesiapan dalam segi logistiknya. Nah, mungkin karena ditanya itu, sehingga banyak pihak yang salah paham dan berasumsi kami meminta mahar,” jelasnya

Baca :   Do’a Syukuran Dua Tahun Kepempimpinan HBY-ARIf Tanpa Wabup, Ada Apa…?

Baba Liang kembali menegaskan, intinya mengenai mahar itu tidak benar adanya.”Kalau pak wartawan tidak percaya, silakan tanyakan saja bakal calon yang mendaftar ke partai Nasdem,” terangnya.

Ditanya berapa bakal calon yang mendaftar di Partai Nasdem? Baba Liang menyebut, kemarin ada 22 orang bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran ke partai Nasdem.Tapi dari jumlah itu kata Dia, hanya 13 orang saja yang mengembalikan formulir pendaftaran.

”Untuk jumlah nama yang kami kirim ke DPP Partai Nasdem, itu ada 3 orang. Mengenai identitasnya, tidak bisa beberkan dulu ke publik,” tandasnya

Sementara itu, penikmat politik asal Kabupaten Dompu, Suherman, ikut mengementari mengenai mahar. Menurut Dia, wajar dan proporsional ketika partai politik menanyakan logistik (keuangan) yang dimiliki oleh bakal calon untuk membiayai aktivitas politiknya ketika nanti diusung oleh partai politik.

Baca :   How to drive growth through customer support

Biaya-biaya itu antara lain untuk melakukan aktivitas kampanye dan sosialisasi, konsolidasi dan mobiliasasi untuk meraih kemenangan politik.

Berbeda dengan biaya politik, kalau mahar politik adalah proses transaksi jual beli kursi partai politik.”Jadi bakal calon harus mengeluarkan sejumlah uang agar diusung oleh parpol, itu mahar,” katanya kepada wartawan ini.

Meski demikian lanjut Suherman, biaya politik itu relatif dan kalkulatif jumlahnya. Partai politik juga tidak boleh memaksa bahwa calon harus memiliki logistik sekian. Yang penting ia mampu membiayai aktivitas politiknya selama tahapan Pilkada.

“Kita berharap, partai politik lebih jeli dan cermat memilih dan memilah bakal calon yang diusungnya, selain melihat jumlah (isi tas) yang penting juga adalah melihat integritas dan kapasitas bakal calon,”(IR3)

BERBAGI