Beranda Kesehatan Kebutuhan Obat dan Item Lain Tahun 2018, Dikes Habiskan Anggaran RP 3,8...

Kebutuhan Obat dan Item Lain Tahun 2018, Dikes Habiskan Anggaran RP 3,8 Miliar Lebih

75

DOMPU, INTI RAKYAT – Pengadaan obat- obat kesehatan dan item lain di Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu mengalami peningkatan setiap tahunya.  Peningkatan ini berdasarkan besarnya jumlah kunjungan pasien (masyatakat) di seluruh Puskesmas dan lainnya yang ada di Kabupaten Dompu.

Seperti halnya di Tahun 2018 kemarin, Dikes Dompu melalui bidang IFK setempat  mengalokasikan anggaran untuk membiayai program  Obat dan Pembekalan kesehatan yang nilainya mencapai RP 3.834.444.722.”Besaran dana ini untuk membiayai beberapa item antaralain, Pengadaan obat dan pembekalan kesehatan RP 3.594.444.722, Peningkatan pemerataan obat dan pembekalan kesehatan RP 200.000.000 serta Peningkatan mutu penggunaan obat dan pembekalan kesehatan RP 40.000.000. Total anggaranya sebesar RP 3.834.444.722,” jelas Kepala UPTD IFK Dikes Dompu, Indi Hartini, saat diwawancarai wartawan ini ruang kerjanya, Senin (25/3/2019).

Bagaimana untuk Tahun 2019 ? kata Indi, mengenai kebutuhan Tahun 2019, saat ini sebagiannya masih dalam proses oleh pihaknya.”Jika dibandingkan Tahun 2018 kemarin, Tahun 2019 ini nilai anggaranya mengalami kenaikan, salah satunya untuk item pengadaan obat,” terangnya.

Baca :   Semua Puskesmas Sebagai Pelaksana PIS-PK di Dompu

Dikatakan Indi, selama ini pihaknya melakukan pengadaan obat melalui E-Katalog dan pengiriman obat ini pun, dilakukan secara bertahap alias obatnya di kirim secara bertahap dan tidak secara sekaligus”Semua yang berkaitan dengan pengadaan obat dan item lainnya ini dilakukan oleh sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada,” paparnya.

Sementara itu, Sekertaris Dikes Dompu, Maman S.Km, Mkes, kepada wartawan ini pun juga membenarkan kebutuhan obat-obat kesehatan mengalamni peningkatan di Tahun 2019. Hal ini kata Dia, beradasarkan banyaknya jumlah kunjungan para pasien (masyarakat) di lokasi sentral pelayanan kesehatan (puskemas dan tempat lainnya).”Pengadaan obat berjalan sebagaimana biasanya. Dan pengadaan itu kami lakukan melalui E-Katalog,” ujarnya.

Maman menjelaskan, perencanaan atau jenis  obat itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Dompu. Dan itu kata Dia, dilihat dari jenis penyakit yang ada se-Kabupaten Dompu.”Jenis obat itu disesuaikan dengan 10 peyakit terbanyak di daerah ini,” jelasnya.

Disinggung mengenai obat kadarluasa ? kata Maman, obat dari hasil pengadaan itu jarang ada yang kadarluasa. Kalau pun ada, itu jumlahnya sedikit akibat terlalu lama tersimpan.”Kebayakan obat yang kadarluasa itu, yakni obat program (bukan obat pengadaan,Red) yang terlalu lama disimpan. Jumlah obat kadarluasa terlihat banyak itu karena obat kadarluasa sisa dari tahun tahun sebelumnya. Itulah alasan, kenapa obat – obat kadarluasa itu terlihat menumpuk di gudang atau tempat penyimpanan obat kadarluasa di kantor Dikes ini,” terangnya.

Baca :   Komisi III Harapkan RSUD Mandiri dan Maksimal

Obat obat kadarluasa itu lanjut Dia, rencananya akan di musnakan Tahun 2019 ini. Tapi kapan pelaksanaan kegiatanya, itu belum dijadwalkan.”Semua obat kadarluasa itu dipastikan akan dimusnakan tahun ini. Sebab kami sudah mengalokasi anggaran untuk membiayai kegiatan pemusnahan obat tersebut,” tuturnya.

Berapa jumlah obat kadarluasa sampai Tahun 2018 ? Ditambahkan Maman, jumlahnya sangat banyak dan jika dihitung berdasarkan nilai uang, itu mencapai RP 35 Juta.”Nilai obat kadarluasa itu, berdasarkan data berita acara yang kami buat setiap tahunya,” paparnya.(IR3)

BERBAGI