Beranda Lain-Lain Keamanan Bahan Peledak di PT NK Dipertanyakan?

Keamanan Bahan Peledak di PT NK Dipertanyakan?

118

DOMPU, intirakyat.com – Penyimpanan bahan peledak (handak jenis Dinamite dan Detonator) oleh perusahaan Nindya Karya (PT NK) Dompu, dipertanyakan. Pasalnya, Dinamit ini terkesan disimpan di tempat yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Presedur (SOP), sehingga keamanan dinamit itu diragukan akan keamanannya. Padahal Dinamite dan Detonator ini digunakan oleh PT NK untuk membuat trowongan air dalam hal proyek pembangunan Raba Baka Kompleks di wilayah Kabupaten Dompu.

Hal itu terbukti, berdasarkan hasil pantauan langsung wartawan ini di lokasi PT NK yang berada di wilayah Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Selasa (10/9/2019). Dimana, penyimpanan Dinamite dan Detonator ini ditempatkan di lokasi Gunung Saneo dengan jarak 4 km dengan pemukiman warga yang terkesan diragukan keamanan karena bersentuhan dengan terik matahari. Bahkan lokasi ini hanya dijaga oleh dua orang anggota kepolisian dari Polres Dompu dan satu orang security PT NK.

Dinamite dan Detonator ini, disimpan dengan menggunakan Kontainer sejumlah 7 unit diatas permukaan tanah dengan jarak 50 cm dari tanah dan menggunakan atap Asbes serta dikelilingi dengan tanggul setinggi 2,5 meter dan tebal sekitar 1,5 meter.

Baca :   GNRI Ungkap Penguasaan Lahan Tutupan Negara oleh “oknum Pejabat dan Keluarga Penguasa”

Tempat penyimpanan Dinamite dan Detonator dipagar keliling dengan menggunakan kawat besi. Namun sayangnya, lokasi ini tidak dilengkapi dengan CCTV, Tabung Co2 (pemadam kebakaran) dan terletak di pinggir jalan yang menjadi akses utama masyarakat Desa Saneo untuk pergi berladang.

Sementara itu, K3 PT NK Dompu, Hasan mengatakan, membenarkan bahwa penyimpanan Dinamite dan Detonator dijaga oleh dua orang anggota kepolisian Polres Dompu dan satu orang security PT NK.” Penanggung jawab Dinamite dan Detonator ini yakni Polres Dompu,” ujar Hasan, Selasa (10/9/2019).

Hasan menyebut, pemanfaatan Handak jenis Dinamite dan Detonator oleh PT. Nindya Karya yaitu untuk mendukung percepatan pembangunan bending tersebut ( saluran Terowongan Gunung yang menghubungkan antara Bendungan penampung Air menuju Bendungan Tanju, Bendungan Mila dan Bendungan Saneo dengan panjang 1,6 km dan diameter 4 meter).

Bendungan Penampung air tersebut akan saling berhubungan antara satu sama lain yang dihubungkan oleh Terowongan yang dibuat dengan menggunakan Handak (Dinamite dan Detonator).

“Alasan digunakannya Dinamite dan Detonator untuk meledakan bebatuan yang ada di dalam Pegunungan agar menjadi terowongan saluran air penghubung antara Bendungan Penampung Air ke Tiga Bendungan tersebut dan disisi lain pembuatan terowongan tersebut tidak mampu dibuat oleh tenaga manusia,” jelasnya.

Baca :   DKP “Kuasai” Tambak Garam, PD Wawo Geram

Hasan juga menyebut, penggunaan Handak tersebut sebelumnya telah dilakukan untuk pemanfaatan pembuatan Saluran atau terowongan air dimana jumlah terowongan yang dibuat adalah 2 buah dan baru selesai 1 buah sedangkan 1 buahnya masih dalam pengerjaan.

”Perusahaan yang memproduksi Handak (Dinamite dan Detonator) ini yakni PT. Dahana Tangerang yang terletak di wilayah Tangerang,” terangnya.

Ditambahkan Hasan, PT. Nindya Karya merupakan Perusahaan BUMN dan pemenang tender dalam pembangunan proyek program Raba Baka Kompleks (Pembangunan Bendungan Tanju di Desa Tanju Kecamatan Manggalewa, Pembangunan Bendungan Mila di Desa Matua Kecamatan Woja dan Bendung Saneo di Desa Saneo Kecamatan Woja Dompu).

“PT. Nindya Karya selaku perusahan yang melaksanakan pembangunan Proyek tersebut telah beroperasi sejak tahun 2017 dan telah menyelesaikan 2 Bendungan yaitu Bendungan Tanju dan Bendungan Mila yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2018 lalu dan saat ini yang masih proses pembangunan yaitu bendung Saneo,” Katanya.(IR3)

BERBAGI