Beranda Lain-Lain Kawasan Hutan Dompu di Perkosa ?

Kawasan Hutan Dompu di Perkosa ?

109

DOMPU,intirakyat.com – Sejumlah lokasi kawasan hutan yang terletak di wilayah Kabupaten Dompu rusak parah. Kondisi ini akibat maraknya aksi pengerusakan hutan untuk berbagai kepentingan termasuk lahan tanaman jagung.

Hal itu terbukti, hampir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Dompu kawasan hutan berubah menjadi lahan tanaman jagung.”Kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana kondisi hutan saat ini,” ujar Ridwan warga Kabupaten Dompu, Selasa (6/11).

Dikatakan Ridwan, berubahnya kawasan hutan menjadi lahan tanaman jagung tidak hanya tahun ini saja, akan tetapi sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya.”Pohon pohon di kawasan hutan di tebang dan dibakar. Prilaku ini tentu merusak kelestrian dan ditakutkan menimbulkan dampak yang cukup memprihatinkan,” ungkapnya.

Menurut Dia, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu adanya penanganan serius dari pihak – pihak terkait termasuk pemerintah.”Selama ini pemerintah terus menyuarakan para petani jagung sejatera melalui hasil tanaman jagung. Tapi sayangnya, dibalik semua ini hutan kita mengalami kerusakan yang sangat parah,” katanya.

Tidak hanya itu lanjut Ridwan, saat ini cuaca di daerah Kabupaten Dompu sudah memasuki musim hujan. Dan ini kata Dia, sangat berpontesi terjadinya bencana bajir dan lainnya.”Di Dompu sudah turun hujan. Sementara kondisi gunung-gunung di wilayah Dompu sudah gundul. Kondisi ini ditakutkan menimbukan bencana banjir,” jelasnya sembari menutup pembicaraan.

Sementara itu, Koordinator Pencegahan dan Pemantuan Hutan (PPH) Pengamanan Hutan Berbasis Kemitraan (PHBK) Wilayah Dompu Khairul Anhar, kepada wartawan juga menarkan bahwa kondisi kawasan hutan di Dompu rusak parah.”Kawasan hutan sudah rusak parah,” ungkap Khairul, saat diwawancarai wartawan ini, Selasa (6/11).

Baca :   Ganti Rugi Lahan Belum Terealisasi, Jumrawansyah Angkat Bicara ?

Khairul menyebut, pada hari selasa tanggal 30 november 2018 kemarin bertempat di ruangan Bupati Dompu telah memutuskan dalam kesepakatan bersama dalam mengawas dan terlibat langsung untuk mengatur kehutanan. Pemerintah dalam hal ini Gubernur Kadis LHK, Bupati, Bkph- Bkph Propinsi NTB dan Stakeholder sendiri terus berupaya untuk memberantas penebangan liar.

“Akan tetapi program tersebut belum sepenuhnya optimal untuk memberantas penebangan liar dan perambahan hutan yang ada di proponsi NTB ini. Pemerintah dan sebagian warga masyarakat setempat telah bergotong royong untuk membantu mengusir pembalakan/perambahan liar yang ada di tiap – tiap wilayah mereka masing – masing agar wilayah tersebut terbebas dari pembalakan liar dan hutan mereka bisa dipertahankan keasliannya,” jelasnya.

Tidak hanya itu lanjut Khairul, melihat dari berbagai kondisi kerusakan hutan, perlu dan tidak terlepas dari semua unsur, terlebih Dinas LHK yang menaungi hajat terhadap kehutanan. Di daerah ada BKPH Provinsi dan Daerah,kolaborasi dan mendesain bagaimana hutan itu tetap terjaga dengan tidak merubah fungsi hutan, hutan lindung tetap hutan lindung demikian hutan produksi atau yang istilah kehutanan HL HP & HPT.

“Pertanyaanya kembali lagi apakah hubungan penguasa wilayah dalam hal ini bupati bisa menggandeng BKPH yang ada di daerah tersebut demikian sebaliknya,” papar Khairul.

Diakui Khairul, dirinya yang juga merupakan putra daerah Kabupaten Dompu merasa prihatin dengan hancurnya hutan. Sekarang sudah terjadi dan dirinya sangat berharap dari hasil pertemuan pada hari selasa tanggal 30 kemarin bisa segera diiplementasilan dan bukan hanya sekedar wacana semata.

Baca :   Workshop Revitalisasi PTSKT, Ini Penyampaian Bupati Dompu

“Saya mempridiksikan tahun ini dompu lebih parah dari tahun kemarin banjirnya. Tapi semoga prediksi saya salah,” katanya.

Ditambahkan Khairul, saat ini dompu dalam pantauan khusus dari KemenLHK karena kawasan hutan negara dalam hal ini HL 80 persen sudah terbuka. “Mungkin pak bupati sendiri sudah tau paparan dari saya dan saya sendiri yang berangkat ke kementrian lhk kemarin. Saya sebagai warga bumi nggahi rawi pahu tetap membela dan mencari solusi dengan analisa riil bukan analisa rekayasa untuk hutan di bumi Nggahi Rawi Pahu,” terangnya.

Lebih jauh Khairul menegaskan, Semuanya sudah dirinya petakan dari luas wilayah Kabupaten Dompu. Semuanya tergantung dari pada kesungguhan pemerintah pusat menginstruksikan kejajarannya yang di propinsi maupun yang ada di Kabupaten Dompu. Lebih jauh pun Khairul menyebut, Fungsi Hutan Luas (Ha) terdiri dari Hutan Konservasi173.636,40. Cagar Alam 36.832,61. Taman Nasional Gunung Rinjani 41.330,00.

Taman Nasional Gunung Tambora.71.645,64. Taman Buru.48.668,05. Taman Wisata Alam 21.976,06 Taman Hutan Raya(tahura) 3.155,002 .Hutan Lindung 444.149,863. Hutan Produksi 450813.57 Hutan Produksi Tetap160.250,74 dan Hutan Produksi Terbatas 293.685,83.”Jumlah total secara keseluruhan 1.071.722,83.

Di kabupaten dompu 80 persen HL HP & HPT di yang tersebar di 8 Kecamatan dalam kondisi memprihatinkan,” bebernya.(IR3)

BERBAGI