Beranda Pemerintahan Kasus Rabies, Ini Penyampaian Kepala Disnak Keswan dan Dikes

Kasus Rabies, Ini Penyampaian Kepala Disnak Keswan dan Dikes

66

DOMPU, Intirakyat.com – Kasus Rabies di Kabupaten Dompu yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) terus menjadi proiritas penanganan serius oleh pemerintah daerah. Baik itu oleh Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) dan Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu.

Kepala Disnak Keswan Dompu, Zainal Arifin, mengatakan, saat ini kasus rabies masih terjadi di Kabupaten Dompu.”Kemarin kami mendapat laporan ada korban di gigit anjing rabies,” ungkapnya, saat diwawancarai di pandopo Bupati Dompu, tepatnya usai acara pertemuan koordinasi Zoonosis Rabies, Senin (20/5/2019).

Zainal menyebut, dampak kasus rabies di dompu tidak hanya menimbulkan korban manusia, tapi juga kucing dan hewan ternak seperti sapi, kambing juga ikut di gigit oleh anjing rabies.

“Sapi dan kambing yang terkena di gigitan anjing rabies terjadi di beberapa tempat wilayah Kabupaten Dompu,” ungkapnya.

Terjangkisnya virus rabies pada binatang sapi dan kambing, lanjut Zainal, itu karena digigit anjing. Sebab kata dia, sapi dan kambing merupakan hewan yang dilepas secara liar.

Baca :   Pengamanan Lebaran 2018, Polres Dompu Gelar Rakor Lintas Sektoral

“Jadi yang namanya anjing rabies tentu akan mengigit apapun yang dia lihat. Makanya ketika ada sapi dan kambing tentu akan digigit oleh anjing sehingga virus rabies itu tertular ke hewan sapi dan kambing tersebut,” jelasnya.

Zainal juga menyebut, KLB ini (kasus rabies) terjadi di semua (delapan) Kecamatan di Kabupaten Dompu antaralain, Hu’u sebanyak 121 orang terkena gigitan anjing dan 1 orang meninggal dunia, Pajo 46 orang, Dompu 181 orang, Woja 156 orang dan 1 orang meninggal, Menggelewa 160 orang dan 2 orang meninggal, Kilo 20 orang, Kempo 354 orang dan 5 orang meninggal dan Kecamatan Pekat 90 orang.

“Jumlah keseluruhan Gigitan Hewan Pembawa Rabies (GHPR) di Kabupaten Dompu sebanyak 1.123 orang dan yang meninggal 9 orang,” paparnya.

Lebih jauh Zainal menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan penanganan terhadap masalah kasus rabies ini.”Kami sampai saat ini akan terus melakukan eliminasi terhadap anjing rabies,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dikes Dompu,Hj Iris Juwita, SKM, MMKes, kepada wartawan juga mengatakan, persediaan vaksin untuk menangani kasus rabies di Kabupaten Dompu, sampai saat ini masih mencukupi.”Vaksin ini merupakan bantuan dari Pusat, Propinsi dan dibiayai dari dana APBD Tahun 2019,” ujar Iris, saat diwawancarai di pandopo Bupati Dompu, tepatnya usai acara pertemuan koordinasi Zoonosis Rabies, Senin (20/5/2019).

Baca :   Tenaga Kesehatan Yang Tak Punya STR Dilarang Tangani Pasien

Iris menyebut, besar anggaran dari APBD ini sebanyak RP 500 juta untuk pengadaan Vaksi dan Logistik lainnya termasuk alat pelindung dan pemantauan.”Dari dana pusat juga kami dapat untuk membantu penanganan medis kasus rabies,” jelasnya.

Iris juga mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus melakukan berbagai langkah penanganan medis terhadap kasus rabies tersebut.”Begitu kami mendapat informasi ada korban terkena gigitan anjing, kami langsung segera melakukan tindakan medis terhadap korban,” terangnya

Lebih jauh Iris berharap, kepada semua pihak, jika ada informasi mengenai ada korban yang digigit oleh anjing, silakan segera infokan ke pihaknya, agar bisa segara ditangani secara medis.”Selama ini juga kalau ada info mengenai adanya korban, kami langsung mendatangi rumah rumah korban,” katanya.(IR3)

BERBAGI