Beranda Hukum Kasus K2 ‘Diujung Tanduk’

Kasus K2 ‘Diujung Tanduk’

876
Foto Fahar/www.intirakyat.com Kapolda NTB Brigjen Firli, M. Si (tengah) saat menghadiri acara tanam raya jagung di Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu Provinsi NTB.

DOMPU, INTIRAYAT.COM – Sudah hampir empat tahun kasus dugaan korupsi rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Dompu Kategori 2 (K2) ditangani oleh penyidik Kepolisian. Kini kasus tersebut benar-benar berada diujung tanduk.

Selama tiga tahun, kasus tersebut bergulur di Penyidik Polres Dompu dan kini kasus yang menyita perhatian Publik NTB itu sudah nyaris setahun dalam penanganan Polda NTB.

Beberapa bulan terakhir ini, berkas kasus K2 bolak-balik antara Polda NTB dan Kejaksaan Tinggi NTB, tanpa ada penjelasan yang jelas kepada public, apa penyebab berkas kasus tersebut begitu sulit untuk dilengkapi oleh penyidik Polda NTB.

Beberpa waktu lalu, saat Kapolda Polda NTB Brigjen Firli, M. Si, menghadiri acara tanam raya jagung di Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, kepada wartawan tegas mengatakan bahwa ending akhir dari penyidikan kasus K2 yang melibatkan Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin sebagai tersangka hanya ada Dua, yakni berakhir di pengadilan atau kasusnya di SP3.

Firli juga menegaskan bahwa, dalam menangani suatu kasus tidak berdasarkan permintaan seseorang atau kelompok tertentu. Jawaban tersebut dilontarkan Kapolda terkait adanya permintaan masyarakat Dompu yang menginkan kasus tersebut di SP3.

Baca :   PP CPNS K-II Dompu, ini Hasil Putusannya?

Sejak sore kemarin, muncul isu bahwa kasus yang melibatkan H. Bambang M. Yasin, H. Abdul Hari (Kepala BKD) yang kini menjabat sebagai kepala Bappeda dan Litbang dan salah seorang pejabat dari BKN regional X Bali Nusa Tenggara dan Dedy (Honorer BKD) itu, akan segera dieksekusi karena berkas kasus tersebut sudah dianggap lengkap oleh Jaksa.

Hanya saja, satu orang tersangka atas nama H. Bambang M. Yasin alias HBY, dikabarkan status tersangkanya akan di SP3 alias di cabut karena perbuatannya dianggap tidak memenuhi unsur. Sementara terakat dengan Tiga tersangka lainnya, dikabarkan akan segera di eksekusi.

Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin dikonfirmasi sejumlah wartawan usai apel pagi Senin (4/2) tadi memilih mengelah dan bungkam dari serbuan awak media cetak dan elektronik. “Masalh itu jangan tanya saya, Tanya Polisi sana,” jawab HBY sambil berlalu.

Baca :   Terkait ADD dan DD, Masa FMPDSB Demo Kantor Desa Soro Barat

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Polda NTB dan belum mengeluar penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut.

Sementara itu, Presidium Honorer K2 Asli yang juga sebagai pelapor kasus K2, dihubungi melalui telepon genggamnya, tegas mengatakan, dalam kasus dugaan korupsi, sangat langka terjadi terjadi, sebegain tersangkanya di eksekusi dan sebagiannya lagi di SP3 status tersangkanya. “Hukum tidak mengenal itu, hukum tidak boleh tebang pilih tersangka,” ungkapnya.

Jika memang, sambung Some, kasus tersebut hendak dieksekusi dan tersangkanya hendak ditahan, Keempat orang tersangka tersebut semuanya harus turut dieksekusi. “Tidak ada istilah eksekusi sebahagian saja,” ungkapnya.

Some juga mengatakan, pihaknya tetap mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (S2HP) Kasus K2 yang dikirim penyidik Polda NTB melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI.

Dalam SP2HP yang terakhir diterima, pihanya diberitahu bahwa penyidik tengah melengkapi beberapa kekurangan sesuai dengan petunjuk Jaksa. “Jadi menurut saya tidak ada SP3 dalam kasus ini,” tegas Some. (IR1)

BERBAGI