Beranda Sosial Budaya Jumlah Gepeng di Dompu Meningkat

Jumlah Gepeng di Dompu Meningkat

85
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Dompu Provinsi NTB Drs. Abdul Haris

Dompu, intirakyat.co – Jumlah Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, setiap tahunnya terus bertambah. Gelandangan seperti anak Punk yang kerap menjadikan Taman sebagai rumah mereka, setiap tahun jumlahnya juga terus bertambah.

Sementara Pengemis dapat dijumpai dengan mudah di pertigaan depan Market Lancar Sejati, dipagi hari, Dua sampai Tiga orang pengemis dapat kita jumpai.

Selain pasar, di pintu masuk Bolly Departemen Store pun dari pagi hingga malam pukul 20 00 wita (sampai Bolly tutup) juga dapat dijumpai, demikian pula dengan yang beroperasi di SPBU Karijawa.

Selain yang mangkal di tiga tempat tersebut, para pengemis pun kerap di jumpai keluar masuk kantor dan rumah warga masyarakat.

Baca :   8 Tahun Alami Penyakit Lumpuh, Hasinah Butuh "sentuhan" Pemerintah

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. Abdul Haris, dikonfirmasi di ruang kerjanya Jum’at (12/1) mengatakan, pengemis yang biasa beroperasi di Lampu merah Koramil Kota, SPBU, Bolly dan kantor-kantor sudah diidentifikasi.

Beberapa pengemis yang berusia Lansia, Dinas Sosial berencana akan memberikan jaminan hidup. Anggaran untuk itu, kata Haris, sudah disediakan melalui APBD tahun 2018 ini.

Berdasarkan hasil identifikasi, pengemis yang berolerasi di Daerah Kabupaten Dompu bukan hanya warga Dompu saja, sebahagiannya datang dari daerah tatangga di sekitar Dompu. “Banyak pengemis luar daerah Dompu datang beroperasi disini (Dompu, red),” bebernya.

Baca :   HUT Ke73 TNI, Kodim 1614/Dompu Akan Gelar Kegiatan Bernuansa Sosial

Terkait dengan masalah penanganan Gelandangan dan Anak Jalanan, Dinas Sosial juga telah menyediakan program khusus.

Sosial memiliki Panti Sosial untuk rehabilitasi anak-anak jalanan. Kepada mereka (Anak Jalanan), Dinas Sosial akan memberikan tawaran rehabilitasi untuk dirujuk ke panti di Mataram.

“Kita tawarkan, tergantung persetujuan pihak keluarga anak jalanan itu sendiri. Kalau setuju kita kirim.” Di panti rehabilitasi, para Anak Jalanan akan mendapatkan pelatihan ketrampilan. Diharapkan, keluar dari panti para anak jalanan yang direhab itu bisa mandiri. (Fahar)

BERBAGI