Beranda Kesehatan Ini Tujuan LPM Dibuat

Ini Tujuan LPM Dibuat

292
Foto RUL/www.intirakyat.com Kepala Bidang (Kabid)  Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Dompu, Ir Makmun 

DOMPU, INTIRAKYAT.com – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Dompu menjelaskan sejumlah alasan mengapa pemerintah membangun banyak Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Dompu Provinsi NTB.

Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Dompu, Ir Makmun mengatakan, sumber pendanaan pengembangan LPM berasal dari Dana Alokasi Khusus Tahap Penumbuhan dan APBN Tahap Pengembangan dan Kemandirian ataupun kegiatan pengembangan LPM yang bersumber dari APBD provinsi dan atau kabupaten/kota.

Lumbung Pangan adalah tempat atau bangunan untuk menyimpan padi atau bahan pangan lain untuk menghadapi masa paceklik.

Kelompok LPM Padi, merupakan kelembagaan cadangan pangan yang dibentuk oleh masyarakat desa/kota dan dikelola secara berkelompok untuk pengembangan penyediaan cadangan Pangan bagi masyarakat di suatu wilayah.

“Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu proses khususnya mereka yang kurang memiliki akses kepada sumberdaya,” terangnya.

Baca :   Ini Yang Diharapkan Dari PIS-PK

Lebih jauh Makmun menjelaskan, LPM perlu didorong untuk semakin mandiri dalam mengembangkan perikehidupan mereka dalam penyediaan pangan secara mandiri.

Sebab, kerawanan terhadap pangan biasanya terjadi secara mendadak dan bersifat sementara. Penyebab terjadinya kerawanan pangan, diakibatkan oleh perbuatan manusia, bencana alam, maupun bencana sosial termasuk juga terjadinya perubahan terhadap pola konsumsi pangan masyarakat akibat perubahan musim, perubahan kondisi sosial ekonomi maupun sebab-sebab lainnya.

Terkait Ruang lingkup panduan klasifikasi LPM, memberikan kerangka identifikasi indikator penilaian klasifikasi tingkat kemandirian kelompok LPM.

“Ketahanan Pangan tercermin dari tersedianya stok pangan yang cukup sampai kepada setiap orang. Baik dari segi jumlah maupun mutu, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama. Keyakinan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan,” ujar Makmun kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/2).

Baca :   Semua Puskesmas Sebagai Pelaksana PIS-PK di Dompu

Lain halnya dengan kondisi rawan pangan, rawan pangan adalah kondisi suatu daerah, masyarakat atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangannya tidak cukup untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan sebagian besar masyarakatnya.

Sementara yang dimaksud dengan Cadangan Pangan, adalah persediaan bahan pangan pokok yang disimpan oleh pemerintah dan masyarakat, dapat dimobilisasi secara cepat untuk keperluan konsumsi maupun menghadapi keadaan darurat dan antisipasi terjadinya gejolak harga.

“Secara nasional adalah persediaan pangan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk konsumsi manusia dan untuk menghadapi masalah kekurangan Pangan, gangguan pasokan dan harga, serta keadaan darurat,” jelasnya. (ADV***)

BERBAGI