Beranda Lain-Lain Illegal Logging masih Marak di Kecamatan Pekat

Illegal Logging masih Marak di Kecamatan Pekat

211

DOMPU, intirakyat.com – Praktek Illegal Logging di wilayah Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, sampai saat ini masih terus terjadi. Hal itu terbukti, aktivitas pengakutan kayu diduga hasil illegal loging dengan menggunakan truk pun masih terlihat.

Liputan langsung sejumlah wartawan menyebut, terlihat beberapa unit truk bermuatan kayu diduga hasil illegal logging masih melaju dari arah Kecamatan Pekat. Rencanannya, kayu kayu tersebut dibawa (dijual) ke wilayah Sumbawa dan Mataram NTB.

Menurut Informasi, aktivitas pengakutan kayu dengan menggunakan truk ini pun berlangsung mulai pagi hari hingga tengah malam. Bahkan truk truk ini melaju dan melalui beberapa pos penjagaan.

”Illegal logging di wilayah Kecamatan Pekat masih terjadi sampai saat ini,” ungkap salah satu warga Kecamatan Pekat Dompu, Sabtu (31/8/2019).

Baca :   Penutupan TMMD 104 Kodim 1614/Dompu, Artis Jenita Janet Akan Meriahkan Panggung Hiburan Rakyat

Anehnya kata Dia, masalah ini terkesan dibiarkan sehingga aktivitasnya masih terus berlangsung. Begitu juga dengan pengakutan kayu diduga hasil illegal logging, juga masih terjadi bahkan kerap beraktivitas dalam musim musim kemarau seperti ini.

”Pak wartawan bisa buktikan langsung aktivitas pengakutan kayu dari wilayah Kecamatan pekat menuju Sumbawa dan Mataram NTB,” bebernya sambil menunjuk beberapa unit truk bermuatan kayu sedang melaju,” katanya.

Menurut Dia, perlu dipertanyakan keabsahan surat surat kepemilikan kayu tersebut. Sebab ada dugaan surat tersebut diduga dimanipulasi. Bahkan, kayu kayu yang diangkut tidak sesuai dengan yang tertera dalam surat itu termasuk mengenai volume serta jenis kayu.

Baca :   Pemda Dompu Sambut Kehadiran PANGDAM IX/UDAYANA Berserta Rombongan

“Coba diperiksa dan diteliti dengan baik, surat surat itu. Dan saya yakin, itu kayu bukan bersumber dari lahan milik warga. Tapi kayu yang bersumber dari wilayah tutupan Negara (hutan),” bebernya.

Dia pun merasa heran, kenapa aktivitas pengakutan kayu kayu itu bisa lolos dari pemeriksaan dan penjagaan. Padahal ada banyak kejanggalan yang terjadi.”Saya juga bingung dan merasa para pihak yang memiliki kewenangan dan tugas untuk menangani masalah ini terkesan berdiam diri dan menutup mata,” heranya.(IR3)

BERBAGI