Beranda Lain-Lain Hutan Rusak, Boim Suarakan Slogan GEMURUH

Hutan Rusak, Boim Suarakan Slogan GEMURUH

225

DOMPU, intirakyat.com – Pembahasan mengenai kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Dompu, terus menjadi topik utama yang diperbincangkan oleh berbagai pihak. Bahkan tidak hanya dibahas melalui diskusi dialam nyata, tapi juga lewat dunia maya salah satunya jejaring sosial jenis Facebook.

Ditengah kondisi ini pun, akhirnya mematik Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mataram, Imran SH alias Boim untuk bersuara dan mengomentari persoalan hutan di wilayah Kabupaten Dompu.

Kepada wartawan ini, Boim yang juga menjabat Kasi PMD Kecamatan Hu’u Dompu ini mengatakan, persoalan kerusakan hutan di Kabupaten Dompu, tidak harus dipolemikan hingga kesannya terjadi atau muncul pro dan kontra.

“mestinya, kita sama sama mencari solusi untuk mengembalikan fungsi hutan yang terlanjur rusak. Bukan malah dijadikan perdepatan,” ujar Boim, Jumat (8/11/2019).

Baca :   Fasilitas Kurang, Sat Pol PP Butuh "sentuhan"

Menurut Dia, jika persoalan ini masih saja diperdebatkan, sehingga kesannya mencari kambing hitam, tentu tidak akan menyelesaikan atau menghasilkan solusi yang kongrit.

“Mari kita ciptakan Gerakan Menyeluruh Hijaukan Bumi Nggahi Rawi Pahu (gemuruh),” ajaknya.

Boim mengibaratkan kondisi cuaca panas yang terjadi di wilayah Kabupaten Dompu, ibarat laksana matahari berada satu jengkal di atas kepala dan ini tidak bisa dipungkiri karena diakibatkan oleh aroma atau hawa panas yang dikeluarkan oleh gunung gundul.

Dia menyebut, bukan lagi oksigen mengandung air yang dilahirkan dari proses fotosintesis. Hutan yang gundul ini laksana seorang kena penyakit akut yang harus ditangani secara serius tanpa harus menyalahkan dia makan apa atau siapa yang kasih apa, sehingga mengindap penyakit akut.

Baca :   DPD IMM NTB Gelar Diskusi Kewirausahaan

“Demikian pula hutan ini yang sudah rusak parah. Perlu dilakukan penanganan yang serius dan menjadi perhatian secara bersama,” katanya.

Lebih jauh Boim menegaskan, soal hutan intinya perlu ada kesadaran kolektif dari semua pihak untuk menanganinya. Makanya saya membuat slogan Gemuruh. Slogan ini tambah Dia, artinya mengajak semua elemen untui ikut mengambil bagian dalam membangun kembali dompu yg hijau, tanpa harus menuding dan menghakimi siapa yang salah.

“Mari kita bergerak dan berupaya konkrit dalam penyelamatan hutan ini. Karena kemarau panjang ini diakibatkan (secara ilmiah) bahwa proses penguapan yang akan menghasilkan awan sebagai embrio datangnya hujan mengalami penurunan debit, dikarenakan pohon pohon yang seharusnya menghasilkan proses fotosintesis sudah banyak dibabat,” Tandasnya.(IR3)

BERBAGI