Beranda Peristiwa Heran Iuran Listrik Membengkak, Warga Datangi PLN Dompu

Heran Iuran Listrik Membengkak, Warga Datangi PLN Dompu

87

DOMPU, intirakyat.com – Beberapa orang pemuda asal warga Kabupaten Dompu, Kamis (13/6/2019) mendatangi Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Dompu tepatnya di depan gedung Samakai Dompu. Kedatangan mereka mempertanyakan mengenai iuran listrik yang nilainya membengkak dan tidak seperti biasanya.

Kehadiran warga ini pun, disambut baik oleh pihak PLN ranting Dompu yang saat itu, langsung mengijinkan warga untuk masuk ke dalam ruangan dan langsung melakukan pertemuan (tatap muka) guna membahas mengenai persoalan tersebut.

Perwakilan warga, Irfan (30thn) warga Kabupaten Dompu, dihadapan pihak PLN Dompu mempertanyakan mengenai iuran listrik yang tiba tiba membekak dan nilainya tidak seperti biasanya.

“Saya heran, ko tiba tiba iuran listrik selama 2 bulan sebesar RP 900 ribu lebih. Padahal biasanya kami membayar perbulan RP 200 lebih saja dan itulah alasan kenapa kami hari ini hadir di kantor PLN ranting Dompu,” ungkapnya.

Diakui Irfan, awalnya daya listrik di rumah dirinya sebesar 450. Tapi karena tidak daya listrik tidak kuat, keluarganya pun memutuskan untuk menambah daya listrik sebesar 900. “Nah, semenjak itulah tiba tiba iuran listrik naik dan tidak seperti biasa,” katanya.

Baca :   Kasus Dugaan Asmara Oknum Kepala UPTD Puskemas Ranggo, Warga, LSM dan Pegawai Mengadu ke Dikes

Irfan menyebut, selama ini PLN ranting Dompu tidak pernah menjelaskan mengenai alasan naik nya iuran listrik tersebut. Padahal kata Dia, itu adalah kewajiban (PLN,red) terhadap konsumen. Tidak hanya itu lanjut Dia, PLN Dompu juga seharusnya menjelaskan kepada konsumen mengenai rincian hitungan atau nilai per-KWHnya termasuk cara menghitung KWH di monitor meteran listrik dan item item lainnya.

“Tapi sayangnya, hal itu terkesan tidak dilakukan oleh PLN Dompu sehingga para konsumen banyak yang tidak paham mengenai aturan dalam kelistrikan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan PLN Rating Dompu, Mansur, dihadapan para warga di kantor PLN setempat menjelaskan besaran nilai iuran yang harus dibayar itu sudah sesuai dengan hasil pemakaian listrik.

“Besarnya nilai iuran itu bukan dibuat buat oleh kami. Tapi nilainya murni dari hasil pemakaian listrik oleh konsumen,” jelasnya.

Mengenai tingginya nilai iuran yang harus dibayar tersebut kata Mansur, itu karena besarnya daya listrik yang digunakan.

Baca :   Tuntut Realisasi Gaji Tahun 2018, Honorer DPRD Kembali "bersuara"

“Sebelumnya, konsumen itu mengajukan permohonan daya listrik dari 450 menjadi daya 900. Itulah penyebab sehingga nilai iuran berbeda dengan pembayaran sebelum melakukan penambahan daya,” terangnya.

Mansur pun menjelaskan, daya 450 itu hitungannya masih dalam nilai (berlaku harga) subsidi. Tapi kata Dia, kalau daya 900 itu tidak berlaku harga subsidi, melainkan harga non subsidi.

“Artinya meningkatkan daya tentu akan membuat naiknya tarif iuran listrik yang harus dibayar. Sebab dalam katagori nilai subsidi dan non subsidi itu ada batasan besaran daya,” paparnya.

Diakui Mansur, mengenai sosialisasi atau memberikan penjelasan dan pemahaman kepada konsumen terkait tarif iuran, daya dan item lain mengenai kelistrikan, itu sudah dilakukan oleh pihaknya.

“Kami tetap memberikan penjelasan kepada konsumen. Baik itu saat kosumen melakukan pembayaran iuran listrik, juga pada saat para konsumen mengajukan permohonan penambahan daya listrik di kantor PLN Dompu,” katanya.

Usai mendapat penjelasan dari pihak PLN ranting Dompu, akhirnya para warga pun meninggalkan kantor PLN setempat.(IR3)

BERBAGI