Beranda Hukum dan Kriminal HBY : Berhenti Bermimpi Soal Kasus K2

HBY : Berhenti Bermimpi Soal Kasus K2

1234
foto Fahar/intirakyat.com Kapolda NTB rigjen. Pol. Drs. Firli, M.Si (tengah), Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (Kanan) dan Ketua DPRD Dompu Yuliadin, S. Sos alias Bucek (kiri) saat acara tanam raya jagung di Desa Tolokalo Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu Provinsi NTB

Dompu, intirakyat.com – Bupati Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. H. Bambang M. Yasin alias HBY menyarankan kepada sejumlah orang yang ingin mengganjalnya dengan Kasus Rekruitmen CPNSD K2 untuk berhenti bermimpi.

Hampir tiga tahun kasus tersebut berguklir di meja Penyidik Polres Dompu dan Polda NTB, pihak kepolisian belum juga mampu melengkapo berkas kasus tersebut.

HBY melontarkan dalam kasus yang mengaitkan dirinya sebagai tersangka ini, diyakininya ada campur tangan orang ‘Besar’ yang ingin menjatuhkan dirinya dari kursi Bupati Dompu. Upaya gelap tersebut membuat tensinya sedikit naik.

“Anda tidak usah berandai-andai, saya tahu tidak ada yang salah dalam proses K2 itu,” ungkap Bupati saat memimpin Apel Koordinasi di halaman Kantor Paruga Parenta Dana Nggahi Rawi Pahu, Rabu (17/1/2017).

Baca :   Terkait Narkoba, Oknum Warga Kelurahan Simpasai Ditangkap Polisi

Menurut HBY, berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sudah memerintahkan untuk mengembalikan status CPNS 134 dan seluruh haknya. “Artinya, gaji mereka bukan kerugian negara. Itu perintah pengadilan dan sudah berkekuatan (hukum, red) tetap,” tegasnya.

HBY menyarakat kepada sejumlah oknum yang ingin menyeretnya ke jeruji besi melalui kasus K2 agar tidak bermimpi. “Jadi kalau anda masih bermimpi, silakan saja bermimpi,” katanya.

“Ditingkat Banding PTUN 134 menang, lalu anda teriak itu korupsi. Pengadilan mengatakan, memecat orang itu tidak syah, berarti mengangkatnya dan seluruh hak-haknya itu syah,” tegas Bupati.

Bupati menjelaskan, seorang pekerja bila sudah menjalankan kewajibannya, maka berhak untuk mendapatkan gaji. “Saya tanya anda, orang bekerja tidak dibayar gajinya siapa yang jamin, kita aja yang sudah punya SK yang jelas kadang-kadang masih sering bolos kerja kok, kemudian dipecat pernah ngak anda dengar pegawai negeri yang dipecat harus mengembalikan uang gajinya, pernah dengar. Tidak pernah dan tidak pernah ada. Kenapa? karena gaji adalah hak pegawai yang sudah bekerja,” jelasnya.

Baca :   Polsek Woja Ringkus Empat Orang Terduga Pelaku Curanmor Asal Dompu dan Bima

Bupati menceritakan menyampaikan persoalan K2 di hadapan pegawai dan staf tersebut bertujuan untuk menjaga konduktifitas daerah, khususnya kenyamanan bekerja pegawai dan staf Lingkup Pemda Dompu. “Tugas kita bekerja dan bekerja melayani masyarakat,” inginnya.

Sekali lagi, Bambang mengajak kepada sejumlah oknum yang terlibat dalam kasus K2 untuk tidak berandai-andai. “Sekali lagi berandai-andailah yang baik-baik saja supaya doa anda didengar Allah SWT,” sarannya. (IR10*)

BERBAGI