Beranda Lain-Lain DKP “Kuasai” Tambak Garam, PD Wawo Geram

DKP “Kuasai” Tambak Garam, PD Wawo Geram

48

BIMA, intirakyat.com – Perusahaan Daerah (PD) Wawo Kabupaten Bima yang bergerak pada bidang pengelolaan dan penjualan garam beryodium, mengaku geram dengan ulah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima.

Masalahnya, tambak garam yang ada di wilayah Donggo Bolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima diduga kuat dikuasai DKP. Akibatnya, PD Wawo mengalami kerugian hingga Miliaran, karena tidak bisa memproduksi garam lagi.

“Kami PD Wawo mengalami kerugian cukup besar, totalnya sekitar Rp. 1 sampai 2 Miliar per-Tahun,” ungkap Direktur Utama (Dirut) PD Wawo Bima, Sudirman SH, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di kantornya, Senin (26/8/2019).

Baca :   Ditanya Soal Kesiapan Maju dalam Pilkada 2020, Istri Bupati Dompu Belum Berikan Kepastian

Sudirman menyebut, kerugian yang dialami oleh PD Wawo tidak hanya tahun ini. Tetapi, sudah beberapa tahun. Menurutnya, hal ini sama halnya DKP tidak menghargai keberadaan PD Wawo.

”DKP ibarat seperti seseorang tidak yang memiliki kesadaran. Padahal, pengelolaan tambak garam itu gawenya PD Wawo,” katanya.

Semestinya kata Sudirman, DKP tidak berbuat seperti itu. Sebab, tambak sudah sejak dulu dikelola oleh PD Wawo. Artinya, PD Wawo memiliki kewenangan penuh dalam mengelola tambak garam tersebut.

”Selama ini PD Wawo telah banyak memberikan kontribusi untuk daerah dan masyarakat petani garam. Apalagi kinerja PD Wawo diakui oleh Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima. Tapi ko malah DKP menunjukan sikap menguasai,” jelasnya.

Baca :   Suherman : anggota DPRD Dompu Terpilih harus di tes urine

Menurutnya, DKP bersinergi dan bekerjasama dengan PD Wawo. Bukan malah berjalan sendiri, hingga menguasai tambak garam tersebut. Dia mencontohkan, kemarin DKP melakukan kegiatan program di lokasi tambak garam. Sayangnya, DKP sebelumnya tidak berkoordinasi dengan PD Wawo.

“Apa salahnya sih berkoordinasi terlebih dahulu dengan kami PD Wawo sebelumnya melakukan aktivitas. Ini malah ibarat nyelonong tanpa permisi kepada orang yang punya rumah,” tuturnya.

Hingga berita ini dipublis, Kepala DKP Kabupaten Bima Ir. Hj Nurma, M.Si, belum berhasil diwawancarai.(IR3)

BERBAGI