Beranda Hukum dan Kriminal Diduga Dianiaya, Tahanan Polres Dompu Alami Luka Dalam

Diduga Dianiaya, Tahanan Polres Dompu Alami Luka Dalam

203
Foto Istimewa/www.intirakyat.com Sesaat sebelum menjalani operasi di RSUD Dompu.

Dompu, intirakyat.com – Salah seorang tahanan Polres Dompu, Wawan Arianto, Sabtu (13/01/2018) sekitar pukul 23.00 Wita pekan lalu, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Dompu, Provinsi NTB untuk mendapatkan perawatan intensif, lantaran diduga dianiaya sesama tahanan di dalam sel tahanan Mapolres Dompu.

Akibat penganiayaan tersebut wawan mengalami luka dalam hingga pendarahan dan harus menjalani operasi.

Salah seorang keluarga korban berinisial AS menuturkan, pertama kali korban diketahui dianiaya setelah keluarga datang menjenguk Wawan di Sel Tahanan Polres Dompu. Saat itu, korban mengeluh sakit pada bagian rusuk kanan.

Wawan menceritakan kronologis penganiayaan yang dialaminya. Mengetahui kejadian tersebut, keluarga korban tidak langsung membawa korban ke RSUD karena tidak terlalu parah. Selang tiga hari, barulah korban dilarikan ke Rumah Sakit.

Baca :   Penyelundupan Narkoba di Rutan Kembali Digagalkan

“Kepada kami dia menceritakan bahwa telah dianiaya oleh sesama tahanan. Dia mengalami luka dalam. Saat dibawa ke rumah sakit, perutnya sudah membuncit karena pendarahan di dalam. Kata dokter harus dioperasi secepatnya. Alhamdulillah tadi malam selama tiga jam. Operasinya berjalan lancar,” ungkapnya pada media ini, Selasa (23/01) pagi di RSUD Dompu.

AS mengatakan, kejadian yang dialami oleh kakak kandungnya itu, tidak mendapatkan perhatian dari Polisi. Saat ditemui oleh keluarga lanjutnya, Polisi seraya angkat tangan dan tidak mau bertanggung jawab. Penganiayaan tersebut terjadi dalam sel tahanan polisi, keluarga korban menilai, akibat longgarnya penjagaan pada ruang sel tahanan Polres Dompu.

Baca :   Lagi, Polisi Ciduk Terduga Pengedar Sabu di Pekat

“Polisi seolah-olah membiarkan dan bahkan mengaku tidak tahu kejadian yang dialami kakak saya. Bagaimana bisa, kan kejadiannya di dalam sel,” tanyanya.

Sementara itu, Kapolres Dompu, melalui Kasubag Humas Polres, IPTU Suhatta., membantah adanya kejadian penganiayan yang terjadi di dalam sel tahanan. “Sudah saya koordinasi dengan Kasat Tahti, tidak ada kejadian penganiayaan. “Tidak ada kejadian apa-apa dalam sel tahanan,” tegasnya saat dihubungi via Whatsapp oleh media ini.

Pantauan media ini, usai menjalani operasi, korban masih menjalani perawatan inap di RSUD Dompu di ruang rawat inap RSUD Dompu. Kamar korban dijaga ketat oleh dua orang anggota Kepolisian dari Resor Dompu. (IR7).

BERBAGI