Beranda Hot News Dianggap Mengancam Kesehatan, Warga Desa Calabai Hadang Truk PT SMS

Dianggap Mengancam Kesehatan, Warga Desa Calabai Hadang Truk PT SMS

53
Sejumlah warga Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Sabtu (15/9) sekitar pukul 16.08 wita melakukan aksi penghadangan terhadap 35 unit truk Dam milik PT. Sukses Mantap Sejatera (SMS) yang sedang melakukan aktivitas Bongkar Muat Batu Bara dan Molases di Pelabuhan Calabai Kecamatan Pekat Dompu.

DOMPU,intirakyat.com – Sejumlah warga Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Sabtu (15/9) sekitar pukul 16.08 wita melakukan aksi penghadangan terhadap 35 unit truk Dam milik PT. Sukses Mantap Sejatera (SMS) yang sedang melakukan aktivitas Bongkar Muat Batu Bara dan Molases di Pelabuhan Calabai Kecamatan Pekat Dompu. Hal ini dilakukan warga karena menilai aktivitas truk dam tersebut selain mengganggu juga menimbukan debu-debu berterbangan hingga membahayakan kesehatan para warga yang ada di sekitar lokasi setempat.

Aksi penghadangan ini dilakukan warga dengan cara memarkirkan (menyimpan) beberapa unit kendaraan roda dua di tengah jalur jalan. Akibatnya, aktivitas Truk Dam sempat terhenti akibat kejadian tersebut.

Baca :   Tak Kalah dari Bima, ini arah Pembangunan Kabupaten Dompu

Salah seorang warga Desa Calabai Kecamatan Pekat Dompu Chriss, kepada wartawan menyebutkan,
kendaraan yang lalulalang itu (truk dam PT SMS,Red) tidak pernah pelan sedangkan jalan yang dilalui oleh mereka adalah jalur masuk Pelabuhan.”Akibat kendaraan ini (truk dam PT SMS,Red) jalan yang ada di depan rumah kami rusak. Selain laju tidak pelan, kendaraan ini pun mengakibatkan debu berterbangan masuk ke rumah kami,” ungkapnya.

Sepengetahuan Chriss, pihak perusahaan (PT SMS,Red) sebelumnya berjanji akan menyiram terlebih dahulu jalan yang dilalui truk ini dua kali dalam sehari. Namun nyatanya kata Dia, mereka hanya menyiramnya satu kali saja.”Perusahaan ini terkesan tidak konsisten dengan janjinya sendiri,” kecewanya.

Baca :   Empat Bulan Tidak Digaji, Honorer DPRD Dompu “Bersuara”

Menurut Chriss, Pencemaran udara melalui debu yang berterbangan akibat lalu lintas kendaraan itu sangat menggangu pernapasan dan kesehatan para warga terutama yang tinggal di lokasi sekitar wilayah pelabuhan.”Kami hanya minta agar dilakukan penyiraman jalan secara rutin saja. Sebab tidak ada pihak-pihak yang harus siapkan dana sebagai kompensasi kesehatan bagi warga yang kenaengaruh,” katanya.(IR3)

BERBAGI