Beranda Peristiwa Desak PT AWB Bertanggung Jawab, MPKP Gelar Aksi Unras

Desak PT AWB Bertanggung Jawab, MPKP Gelar Aksi Unras

50

DOMPU, intirakyat.com – Sejumlah Pemuda dan warga yang menamakan diri Masyarakat Peduli Kecamatan Pekat (MPKP) Kabupaten Dompu, Kamis (1/7/2019) melakukan aksi unjukrasa (unras) di kantor kantor BKPH Tambora.

Aksi ini dilakukan, selain meminta pertanggungjawaban PT Agro Wahana Bumi (AWB) Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, juga mendesak pihak pihak terkait untuk segera memproses pelanggaran pelanggaran yang diduga dilakukan PT AWB.

Aksi yang berlangsung di kantor BKPH Tambora, Desa Calabai, Kecamatan Pekat, dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Ahmad alias Amin Rais dan Sadam .

“PT AWB diduga banyak melakukan kebohongan kepada masyarakat. Maka itu melalui kesempatan ini kami selaku masyarakat Kecamatan Pekat meminta kepada inistitusi terkait untuk menindak lanjuti pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan ini (pt awb,Red),” teriak Rais, melalui orasinya di lokasi setempat.

Usai melakukan orasi secara bergantian di lokasi setempat, akhirnya massa aksi diterima BKPH Tambora yang saat itu langsung menggelar dialog yang berlangsung di ruang rapat kantor BKPH setempat.

Dalam dialog ini pun, dihadiri oleh beberapa pihak yakni, Kepala BKPH Tambora Burhan SP,MM, Danramil Pekat yang diwakili oleh Sertu Ilham, PLH Kapolsek Pekat IPDA Lalu Muhamad Ikhsan, anggota Pos TNI AL Calabai SERTU Ilham, Korlap aksi Ahmad alias Amin Rais, LSM GNRI Asmah SE, Tokoh masyarakat Desa Doropeti H Dila, Desa Pekat M.Ali M Nor S.Pd dan Sadam.

Baca :   BPD, Bumdes dan Karang Taruna Tak Jalan, Warga Saneo Minta Kades Merevisi

Tokoh masyarakat Desa Pekat M.Ali M Nor S.Pd, melalui penyampaiannya dalam dialog tersebut mempertanyakan, kenapa pihaknya tidak diberikan hak yang sama dengan PT AWB.

“Kami juga ingin BKPH Tambora untuk memberikan hak kami untuk mengelola hutan dan tanah negara seperti yang dilakukan PT AWB,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Pekat lainnya, Sadam juga mengatakan,
pihaknya dengan berbagai cara telah melakukan diskusi dengan pihak PT. AWB, guna membahas terkait beberapa tuntutan yang sebelumnya sudah disuarakan.
Namun sayangnya kata Dia, sampai saat ini belum ada kejelasan alias tidak ada realisasinya.

“Maka itu hari ini kami menuntut kepada pihak PT. AWB karena telah melakukan pengerusakan ekosistem dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Jika persoalan yang hari ini kami sampaikan tidak diindahkan maka kami akan bersurat ke kementrian,” ancamnya.

Disela waktu, LSM GNRI Asmah SE, mengatakan, pihaknya melihat bahwa PT. AWB tidak pernah taat terhadap hukum. Oleh karena itu pihaknya menolak adanya PT. AWB di Kecamatan Pekat.

Baca :   TIM OPS SUS Polres Bima Kota, Temukan SPM Hasil Curanmor

“Kami telah merencanakan pada bulan September akan melakukan aksi di PT. AWB dengan melibatkan masyarakat 12 Desa di Kecamatan Pekat,” tegasnya.

Disela waktu juga tepatnya masih dalam momentum dialog, Ahmad Alias Amin Rais, meminta kepada pihak PT. AWB untuk bertanggung jawan atas kerusakan hutan dengan cara menanam kembali pohon dikawasan yang telah dihancurkan.”PT. AWB diduga telah merusak mata air masyarakat Desa Nangakara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKPH Tambora Burhan SP,MM, dihadapan massa aksi mengatakan, apa yang menjadi penyampaian massa aksi, akan disampaikan oleh dirinya kepada Kepala DLHK NTB.

“Kami akan koordinasikan juga dengan Muspika Pekat untuk menindak lanjuti tuntutan dari massa aksi. Bahkan petisi yang telah dibuat ini akan kami kirim ke pimpinan pusat sebagai pangambil kebijakan,” janjinya.

Usai itupun, dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan petisi bersama perwakilan masyarakat. Sebelumnya, aksi unras dan dialog ini mendapat penjagaan secara ketat oleh anggota Polres Dompu, Anggota Polsek Pekat dan Anggota Pol Air Polres Dompu.(IR3)

BERBAGI