Beranda Parlemen Bicara Debit Mata Air So Leja Berkurang, LPKP Mengadu ke DPRD

Debit Mata Air So Leja Berkurang, LPKP Mengadu ke DPRD

39

DOMPU, intirakyat.com – Sejumlah pemuda yang menamakan dir Lembaga Pengontrol Kebijakan Publik (LPKP) Kabupaten Dompu, Senin (21/10/2019) mendatangi kantor DPRD Dompu. Kehadiran mereka dalam rangka bertemu dengan para wakil rakyat untuk melaporkan mengenai kondisi mata air So Leja wilayah Kabupaten Dompu.

Kehadiran LPKP ini pun, disambut baik beberapa anggota DPRD Dompu yakni Ade Pribadi SH dan Iskandar S.Pd, yang saat itu langsung melakukan tatap muka dengan LPKP yang berlangsung di ruang kantor DPRD setempat.

“Dompu khususnya di wilayah Kecamatan Woja mengalami kelangkaan air bersih. Ini akibat debit air di So Leja sudah berkurang akibat rusaknya kelestarian hutan. Itulah alasan kenapa kami mendatangi kantor DPRD ini,” ujar Ketua LPKP Dompu, Romo Sasultan, saat diwawancarai wartawan di kantor DPRD setempat.

Romo menyebut, saat ini di sejumlah titik di Dompu khususnya di Kecamatan Woja terjadi kelangkaan air bersih yang dirasakan oleh masyarakat. Parahnya ditengah kondisi ini kata Dia, masyarakat terpaksa memanfaatkan air di saluran irigasi yang ada di Desa Raba Baka untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Baca :   Anggota DPRD NTB 2019-2024 Diingatkan agar Amanah, Tepati Janji dan tidak Korup

“Inilah kondisi yang terjadi yang dialami oleh masyarakat. Dan ini perlu perhatian bersama terutama para wakil rakyat,” katanya.

Maka itu lanjut Romo, dirinya meminta kepada DPRD untuk membantu pihaknya dalam hal memfasilitasi pertemuan dengan Polsek Manggelewa dan KPH Ampang Riwo Soromandi (ARS).

“Kita akan bahas bagaimana cara menyelamatkan So Leja dari prilaku pengerusakan dan pembabatan hutan. Karena kalau ini dibiarkan maka mata air di lokasi itu akan kering. Apalagi di dompu saat ini sedang mengalami musim kemarau. Sementara So Leja adalah lokasi mata air yang merupakan sumber air minum bagi masyarakat terutama wilayah Woja,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Dompu, Ade Pribadi SH, dihadapan LPKP mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan sangat mendukung aspirasi yang disampaikan oleh LPKP.”Kita tunggu selesai kelengkapan DPRD. Dan aspirasi ini akan kami atensi secara khusus,” katanya.

Diakui Ade, masalah kelangkaan air bersih kerap terjadi di wilayah Dompu terutama di wilayah Kecamatan Woja. Bahkan pihaknya banyak menerima keluhan masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan air bersih ini.

Baca :   Wakil Rakyat Tak Hadir, ICI dan SMPJ Kecewa

“Tidak bisa dipungkiri kelangkaan air bersih di dompu disebabkan oleh maraknya aksi pengerusakan hutan. Maka perlu kita turun ke lapangan untuk melihat secara langsung lokasi mata air untuk kembali dilakukan observasi hutan,” katanya lagi.

Ade menyebut, pihaknya tempo hari pernah berkoordinasi dengan PDAM mengenai kelangkaan air bersih tersebut. Mereka (PDAM) menjawab, itu disebabkan selain karena banyaknya pipa yang rusak, juga disebabkan oleh kurangnya debit air di areal mata air.

“Itulah jawaban mereka PDAM. Dan ini akan menjadi atensi bersama untuk dicari jalan keluar dari permasalahan tersebut,” jelasnya.

Senada dengan tanggapan Anggota DPRD Dompu, Iskandar S.Pd. Dihadapan LPKP juga mengatakan, persoalan kelangkaan air bersih perlu menjadi perhartian bersama terutama pemerintah.”Ini harus kita perjuangkan karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat,” katanya.

Diakui Iskandar, pihaknya berjanji akan serius memperjuangkan masalah kelangkaan air bersih ini.”Ini adalah bagian dari tanggungjawab kami sebagai wakil rakyat. Maka wajib kami akan perjuangkan,” Terangnya.(IR3)

BERBAGI