Beranda Hot News Bupati Kecewa dengan Warga Serakapi Yang Demo Gagalkan Panen Raya Jagung

Bupati Kecewa dengan Warga Serakapi Yang Demo Gagalkan Panen Raya Jagung

816

DOMPU, INTI RAKYAT – Bupati Dompu, H Bambang M Yasin., mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap oknum warga Desa Serakapi, yang melakukan aksi blockade jalan sehingga menggagalkan kegiatan Panen Raya Jagung Nasional yang rencananya digelar di lahal So Sori Ka’da Desa Saneo, Kecamatan Woja pada Senin (11/03/2019). Bupati juga mengungkapkan rasa malunya terhadap Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, dr. Gatot Irioanto., karena tidak jadi melakukan panen raya akibat dihadang oleh warga yang menggelar aksi menuntut kaniakan harga jagung itu.

“Saya tidak hanya kecewa, tapi saya juga merasa dipermalukan oleh anak-anak itu,” kata H Bambang dihadapan puluhan pemuda Desa Saneo, di Pendopo Dompu, Senin (11/03/2019) siang.

Baca :   Berhasil Cetak Prestasi Dalam Dunia Olahraga, Ketua KONI Tidak Jadi Dipecat?

Bupati mengaku, jauh hari sebelum hari pelaksanaan kegiatan panen raya sudah mendapatkan informasi akan adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh segilintir warga itu. Berbagai upaya telah dilakukan seperti media baik tingkat Polres hingga di Kodim agar aksi blokade itu tidak jadi digelar. Namun upaya tersebut gagal setelah para oknum massa aksi itu tetap ngotot.

“Sebenarnya informasi tentang itu sudah kita terima seminggu lalu. Dan Sebenarnya itu mereka hanya dua tiga orang, tadi kami sudah sampai disana, kita sudah lewati Sorisakolo kita terpaksa balik kanan karena waktu. Dirjen tadi hanya guyon kepada saya, saya ini hanya Dirjen tanaman pangan, urusan saya tanam bukan panen. Ini kelihatannya mereka tidak menyuruh saya,” ungkap bupati dengan raut wajah kecewa.

Baca :   Kembali, Perangkat Desa Saneo Menangkan Gugatan di PTUN

Karena malu, bupati kemudian membawa Dirjen mengelilingi areal jagung yang ada di Bendungan Mila sambil menceritakan keberhasilannya dalam mengembangkan Program PIJAR sejak tahun 2011. Bupati juga mengatakan, jika memaksakan untuk tetap ke lokasi panen raya, dikhawatirkan terjadinya hal yang tidak diinginkan daripada para massa aksi.

Akhirnya tamu saya bawa ke bendungan mila. Pak dirjen tidak masalah, Cuma yang kita takutkan kalau kita paksakana kesana, mereka itu ngotot dan sama-sama ngotot, takutnya rebut. Soal panen raya tidak ada masalah. Saya jujur saya kecewa. Tapi pemimpin tidak boleh nangis didepan rakyatnya,” ujar Bupati. (IR7)

BERBAGI