Beranda Peristiwa AMMPUH Jakarta, Ungkap Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi PT iPasar Yang Melibatkan...

AMMPUH Jakarta, Ungkap Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi PT iPasar Yang Melibatkan Oknum Bupati

138

JAKARTA, intirakyat.com – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Hukum (AMMPUH) Jakarta, Jumat kemarin (7/12/2018) melakukan aksi unjukrasa di depan gedung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Aksi ini selain dilakukan dalam rangka memperingati hari anti korupsi 9 Desember 2018, juga untuk mengungkap kasus dugaan suap dan gratifikasi dari PT. iPasar kepada para kepala daerah khusunya oknum Bupati Dompu.

Tokoh pemuda Dompu Dedy Kusnadi alias Deka, melalui orasinya di depan kantor KPK RI menyampaikan, pihaknya meminta kepada KPK RI membongkar dan menuntaskan dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh PT. iPasar kepada para Kepala Daerah yang daerahnya penghasil pangan.

“Dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan PT. iPasar dalam rangka menghegemoni penguasaan hasil pangan di seluruh Indonesia yang dapat menyengsarakan petani Dompu dan seluruh rakyat indonesia,” ungkap di depan halaman kantor KPK di Rasuna Said Jakarta, Jum’at (07/12), mengutip dari berita yang sebelumnya dilangsir oleh www.detikntb.com

Baca :   Prusda Akui Modis Operasional Disalahgunakan

Dikatakan Deka, untuk membongkar dugaan suap dan gratifikasi PT. iPasar kepada para kepala daerah, pihaknya mendesak KPK membongkar skandal suap dan gratifikasi dari PT. iPasar kepada Bupati Dompu (H. Bambang M. Yasin,Red) senilai Rp 2,5 miliar dengan modus dana pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani jagung kabupaten Dompu tahun 2010-2011 berdasarkan hasil temuan PPATK dan bukti surat somasi permintaan pengembalian uang dari PT. iPasar kepada Bupati Dompu.

Tidak hanya itu lanjut Deka, dalam orasinya mereka juga mendesak KPK untuk segera memanggil dan menangkap pimpinan PT. iPasar dan Bupati Dompu H. Bambang M.Yasin (HBY). Bahkan KPK juga diminta mengambil alih seluruh kasus yang melibatkan Bupati Dompu ( H. Bambang M.Yasin,Red) yang sedang di tangani oleh Institusi Kepolisian dan Kejaksaan di NTB.

Baca :   Bupati Dompu Terima Penghargaan APE Dari Wakil Presiden RI

“Meminta pertanggung jawaban Deputi Penindakan KPK Bapak Firli (mantan Kapolda NTB) yang telah menetapkan Bupati Dompu H. Bambang M.Yasin sebagai tersangka atas kasus rekruitmen CPNS K2 Dompu pada saat bapak Firly Menjadi Kapolda NTB,” pinta Dedy bersama puluhan massa yang membawa sejumlah tuntutan tersebut.

Sebelumnya tambah Deka, untuk diketahui sejak tahun 2016 sampai sekarang Bupati Dompu (Drs. H Bambang M Yasin,Red) telah berstatus tersangka dugaan korupsi kasus penerimaan CPNS K2 Kabupaten Dompu yang merugikan negara Rp 3,5 miliar, bahkan kasusnya telah dilakukan Korsup oleh KPK namun masih mandek di Polda NTB.

“Yang terbaru berdasarkan hasil temuan OJK adaya dugaaan pembobolan Bank NTB Cabang Dompu senilai Rp 10 miliyar yang tengah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB,” bebernya.(DetikNTB/Iba/IR1)

BERBAGI