Beranda Pemilu Acara Silaturahmi, Ulama NTB : Tidak Boleh ada People Power, Mari Hormati...

Acara Silaturahmi, Ulama NTB : Tidak Boleh ada People Power, Mari Hormati Keputusan KPU

51

MATARAM, intirakyat.com – Melalui kegiatan silaturahmi dengan tema Meneguhkan ukhuwah isamiyah, ukhuwah wathaniyah di lingkup Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung di Hotel Lombok Raya Mataram Rabu,(15/05/19), Ulama dan tokoh agama se-NTB menyuarakan kerukunan dan perdamaian jelang pengumuman Pemilu 2019 oleh KPU 22 mei 2019 mendatang.

Silaturahmi ulama yang digagas oleh PWNU NTB dan dihadiri oleh PWNW NTB, PWM NTB serta ulama sepuh pimpinan ponpes se-NTB.

Ketua PWNU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir MA, mengatakan, Berkumpulnya para ulama dan sesepuh tokoh agama dalam kegiatan silaturahmi ini untuk menindaklanjuti kesepakatan ulama di jakarta dan dilanjutkan di NTB.

“Jangan sampai isu-isu tidak baik menjalar di masyarakat, mari kita move dari suasana pileg kemarin. Jangan ada lagi wacana people power di masyarakat,” ajaknya.

Tidak hanya itu, Masnun juga mengajak dan menghimbau agar tidak boleh ada yang bersuara terlalu lantang sebelum ditetapkan hasil Pemilu 2019 oleh penyelenggara Negara.”Tidak boleh ada yang bersuara sebelum tanggal 22 mei,” ajaknya lagi.

Baca :   Pemilu Serentak Tinggal Menghitung Hari, Kodim 1614/Dompu dan Polres Dompu Gelar Patroli Gabungan

Disela waktu, Mustasyar PBNW TGH, Yusuf Makmun mengatakan, diirinya mewakili jamaah Nahdlatul Wathan, juga mengajak agar semuanya menyuarakan persatuan dan menerima perbedaan yang ada dengan baik.

“Mari sama-sama menunggu hasil resmi KPU, kita sambut dengan sepenuhnya siapapun pemimpin kita di NKRI ini. Kita terima dengan sepenuh hati. Tidak ada perbedaan setelah 22 mei 2019,” ajaknya.

Disela waktu juga, Rois Suriyah PWNU NTB TGH.L.Turmudzi Badadruddin, juga mengajak agar tidak ribut dan menghormati penyelenggara negara yang sah. “Harus sabar hingga 22 mei, percayakan sepenuhnya pada lembaga negara, keamanan negara pada aparat negara,” ajaknya.

Sementara itu, Kabinda NTB, Sutarwo menyebut, pembahasan di berbagai jejaring sosial mengenai pemilu masih marak menjelang 22 Mei. Bahkan kata Dia, ada banyak informasi hoaks yang beredar di media sosial.

“Mari kita sama-sama mencermati dan mengimbau kepada jamaah agar tidak mudah termakan oleh berita-berita bohong, sehingga tidak terjadi benturan-benturan di masyarakat,” ajaknya.

Sebelumnya dalam kegiatan silaturahmi para ulama ini, juga dilanjutkan pembacaan deklarasi imbauan yang dipimpin oleh Katib Suriyah PWNU NTB H.Adi Fadli dan diikuti oleh seluruh ulama dan tokoh agama yang hadir.

Baca :   Jelang Pemilu, Bawaslu Minta ASN, TNI dan Polri Jaga Netralitas

Adapun himbuan himbauan tersebut antaralain, mendukung terciptanya suasana damai di setiap waktu dan tempat khususnya bulan suci ramadhan. Menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan serta menghindari fitnah opini dan interpretasi terkait situasi dan kondisi saat ini, demi menjaga kesucian bulan suci ramadhan dan keutuhan NKRI.

Menguhkan ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah watahaniyah, untuk mempertahankan ideologi  pancasila dan UUD 1945. Mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk menjaga keutuhan bangsa serta negara kesatuan republik indonesia, serta melawan siapapun yang  memecah belah umat dan memelopori makar.

Mendukung kinerja dan keputusan KPU, BAWASLU, serta lembaga resmi negara terkait keputusan pemilu 2019. Dan mempercayakan persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi negara, hukum sebagai bentuk ketaatan kepada waliyul amri.(IR3)

BERBAGI